Papua Barat

Polda Papua Barat Gelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota

235
×

Polda Papua Barat Gelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota

Sebarkan artikel ini
Polda PApua Barat menggelar simulasi sistem pengamanan kota, di Polda Papua Barat KAmis (30/11/2023). FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Personil Operasi Mantap Brata (OMB) Polda Papua Barat menggelar simulasi Sistem pengaman kota (Sispamkot) s ebagai wujud kesiapan menghadapi Pemlihan umum (Pemilu) 2024.

Sispamkot ini digelar di Lapangan Apel Polda Papua Barat Kamis (30/11/2023).

Karo Ops Polda Barat Kombes Pol Erick Kadir Sully SIK selaku Karendalopsda Operasi Mantap Brata (OMB) mengatakan, simulasi dilakukan untuk mempersiapkan personel mengamankan Pemilu 2024 di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Simulasi ini dilakukan apabila terjadi masalah pada Pemilu nanti,  dengan demikian kesiapan sudah matang tinggal kita berdoa agar Pemilu Indonesia khususnya daerah Papua Barat  dan Papua Barat Daya berjalan aman, tertib, lancer,” ucap Karo Ops.

Senada dengan Karoops, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, SIK, MH mengatakan, simulasi Sispamkota y merupakan evaluasi awal kesiapan Polda menghadapi berbagai potensi ancaman dan gangguan yang mungkin akan terjadi pada tahapan Pemilu tahun 2024.

“Hari ini personil melaksanakan gladi Sispamkota Pelatihan simulasi Sispamkota bertujuan untuk meningkatkan kemampuan taktis dan teknis kepolisian personel Polda Papua Barat di lapangan,’’ sebut Kabid Humas.

‘’Sehingga anggota dapat memiliki pedoman serta petunjuk jelas dalam pelaksanaan tugas di lapangan dan mampu mengemban tugas pokok di masing-masing satuan tugas,” tambah Kabid Humas.

Simulasi pengamanan kota yang dilakukan mulai dari mengamankan kampanye yang damai, hingga anarkis, para personel yang terlibat dalam serangkaian pengamanan terhadap peserta kampanye yang berada di lapangan simulasi.

Kemudian simulasi dilanjutkan dengan pengamanan dari berbagai kemungkinan gangguan keamanan, saat tahapan kampanye, proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS, hingga proses penghitungan dan rapat pleno di kantor KPU Provinsi Papua Barat.

Dalam kesempatan itu, diperlihatkan juga simulasi dalam menanggulangi aksi massa saat proses penghitungan suara di titik-titik rawan seperti kantor KPU.

Serta pusat pemerintahan, serta bisnis, dengan mengedepankan urutan penanganan mulai dari mediasi, pengamanan defensif, sampai pada penguraian massa dengan meriam air dan gas air mata.(rls/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *