Pekerjaan Penanganan Longsor di Km. 19.300  Ruas Jalan Fakfak – Hurimber – Kinam, Bagaikan Jalan Ditempat. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com. PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Proyek... Proyek Preservasi Ruas Jalan Nasional Fakfak – Hurimber – Bomberay Bagaikan Jalan Ditempat

Pekerjaan Penanganan Longsor di Km. 19.300  Ruas Jalan Fakfak – Hurimber – Kinam, Bagaikan Jalan Ditempat. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Proyek peket preservasi ruas jalan nasional Fakfak – Hurimber – Bomberay tahun anggaran 2020 yang menelan dana Miliar rupiah bagaikan jalan ditempat alias tidak menunjukan kemajuan pekerjaan.

Pada hal ruas jalan Fakfak – Hurimber – Bomberay yang selama ini digunakan masyarakat Fakfak kondisinya di beberapa titik terjadi longsoran di tepi badan jalan yang perlu ditangani secara serius bahkan di beberapa titik butuh pengapalan yang lebih baik.

Namun hingga saat ini proyek paket preservasi jalan Fakfak – Hurimber – Bomberay  yang dibiayai APBN 2020 dengan menelan dana kurang lebih sebesar 26 Miliar yang ditangani PT. Rajasa Tomax Globalindo tidak menunjukan kemajuan pekerjaan di penghujung akhir tahun ini.

Proyek preservasi ruas jalan nasional Fakfak – Hurimber – Kinam dengan nilai pekerjaan kurang lebih 26 Miliar, dengan item pekerjaan pengasapalan, penanganan longsoran di Km 19.300, penanganan longsoran Km 48 Kampung Pikpik, penanganan longsoran Km 50 Kampung Pikpik hingga saat ini nampak masih jalan ditempat alias belum ada perkembangan kemajuan pekerjaan.

Pantauan papuadalamberita.com. terhadap proyek preservasi ruas jalan nasional tersebut, untuk pengasapalan ruas jalan di beberapa titik belum terlihat ada pekerjaan pengaspalan begitupun di pekerjaan penanganan longsor di Km. 19.300 belum ada kemajuan pekerjaan yang siknifikan, begipun pekerjaan penanganan longsor di Km 48 dan Km 50 Kampung, belum juga ada perkembangan kemajuan pekerjaan yang sikfikan.

Tidak terlihat kemajuan pekerjaan di beberapa titik proyek tersebut, menunjukan PT. Rajasa Tomax Globalindo yang telah mencairkan dana proyek sebesar 30 persen dari total dana Rp.26 Miliar sudah tak bersungguh – sungguh menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Beberapa pengendara kendaraan bermotor di Km 19.300 yang berhasil ditemui papuadalamberita.com. menyayangkan pekerjaan penanganan longsor yang tidak berjalan semestinya sehingga nampak ruas jalan bila tidak terselesaikan sangat mengganggu perjalanan apa lagi longsoran tersebut bila tidak terselesaikan bisa berdampak pada terputusnya badan jalan.

“Bila tidak ditangani secara baik akan berdampak pada terputusnya badan jalan di Km. 19.300 karena longsoran ini sudah hampir 2 tahun tidak tertangani dengan baik”, tutur salah satu pengemudi kendaraan roda empat.

Pihak PPK Ruas Jalan Nasional Fakfak – Hurimber – Bomberay yang akan ditemui di Kantor Satker Wilayah V Fakfak, untuk mengkonfirmasi keterlambatan kemajuan pekerjaan di ruang jalan nasional Fakfak – Hurimber – Bomberay ternayata sedang tidak berada di tempat karena PPK tersebut sedang berada di Manokwari untuk menyelesaikan persoalan keterlambatan pekerjaan yang terjadi di ruang jalan nasional tersebut.(RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *