Papua Barat

“Ramalan” Tito Karnavian Soal Paulus Waterpauw Sejak 2013 Hari Ini Menjadi Nyata

538
×

“Ramalan” Tito Karnavian Soal Paulus Waterpauw Sejak 2013 Hari Ini Menjadi Nyata

Sebarkan artikel ini

DARI KIRI: Gubernur Papua Barat, Kapolri Jenderal MH Tito Karnavian PHD, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw MSI, Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa dan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar ketika peresmian Kantor Polda Papua Barat pada Senin (29/1/2018) lalu. PAPUADALMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Ia dipilih bukan karena ia orang Papua tetapi memang benar-benar karena kualitas kepemimpinannya yang menonjol

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Komisari Jenderal Polisi (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSI baru saja dilantik sebagai penjabat Gubernur Papua Barat 2022-2024 oleh Mendagri Jenderal (Pur) MH Tito Karnavian PHD, di Jakarta pagi ini, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Paulus Waterpauw Menembus Rimba Menantang Gelombang

Ketika purna dari institusi kepolisian RI, Ia menjabat Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, kini ditugaskan Mendagri untuk mengurus pembangunan di Papua Barat selama dua tahun kedepan hingga pelaksanaan pemilihan umum serentak 2024. Ini tangungjawab yang tidak ringan.

Awal tahun 1983, saat mengikuti tes AKABRI di Magelang Saya tertarik dengan seorang peserta dari kontingen Jawa Timur.

‘’Penampilannya seperti orang Papua. badannya tinggi dan berwajah ganteng. Saat Saya mendekati dan menguping pembicaraannya dengan teman bicaranya saya lebih kaget lagi. Ia berbahasa Jawa logat Jawa Timuran yang amat kental, saya berkenalan dan ia dengan sopan dan senyum mengatakan namanya Paulus Waterpauw dari Surabaya tapi kelahiran Fakfak Irian Jaya (kini Papua Barat, red),’’ ujar Jenderal (Pur) MH Tito Karnavian PHD.

Setelah lulus Akabri dan pendidikan di Magelang selesai tiga bulan saya dan Paulus sama-sama ditempatkan di Akademi Kepolisian AKPOL Semarang. Hubungan kami makin baik dan bahkan amat akrab. Bukan hanya sekedar  teman, tapi sahabat dekat (Comrade, red). Saya menyukai pribadinya yang tenang,  sabar enak diajak bicara, intelektual dan amat sopan.

Pengalamn lamanya yang tidak terlupakan, saya dan Paulus diangkat sebagai anggota Lembaga Musyawarah Taruna (Lemmustar)  yang mewakili angkatan saya rekonfu. Nah kita pernah sama-sama di ‘’gebuk’’ senior karena teman-teman angkatan dianggap membuat kesalahan kolektif.

Saya yang berbadan kecil mental (tampias, red) ketika digebuk, tapi Paulus yang berbadan besar malah makin digebuk makin maju. Habis digebukin, kita pulang ke kamar dan makan indomie rebus bersama sambil cerita soal penggebukan tadi.

Tingkat IV (empat) di AKPOL karena kualitas kepribadiannya yang mengesankan sama teman-teman satu angkatan memilih Paulus sebagai komandan Batalyon. Ia dipilih bukan karena ia orang Papua tetapi memang benar-benar karena kualitas kepemimpinannya yang menonjol.

Kisah Paulus Waterpauw itu tertuang dalam buku biografinya Paulus Waterpauw Mengabdi Dengan Hati yang ditulis Ensa Wirarna dan Rudi Hartono pada tahun 2013 dan diterbitkan Penerbit Bejana tahun 2014.

Banyak permasalahan angkatan dan pribadi teman satu angkatan diselesaikannya dengan baik, dan mampu menjembatani menjembatani antara Taruna dan instruksi instruktur.

Saya kemudian bertugas di Jakarta dan Paulus di Jawa Timur. meski jauh, komunikasi masih terus berjalan baik. Kita kembali bersama dalam pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) selama dua (2) tahun.

Pengalaman berkesan di PTIK ini “kakak Paul” demikian teman-teman memanggil Paulus Waterpauw, akan menikah dengan Roma Pasaribu, istrinya sekarang acara dilangsungkan di auditorium PTIK maka saya sebagai ketua senat sibuk sebagai panitia perkawinan.

Setelah itu kita tugas bersama lagi di Jakarta, saya di Reserse Polda Metro Jaya dan ‘’Kaka Paul” di Jakarta Pusat dan Tangerang.  Karena tugas, kita seringkali bekerjasama termasuk menangani demonstrasi di depan istana, di Monas, ke Bundaran Hotel Indonesia dan depan Gedung MPR DPR saat Paulus menjabat sebagai Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi (Kapuskodalops)  Polres Metro Jakarta Pusat.

‘’Kita kemudian terpisah kembali ketika Paulus pindah tugas ke Papua dan saya sibuk menangani kasus-kasus terorisme di berbagai daerah di Indonesia.

Hubungan sudah amat akrab, komunikasi jalan terus melalui telepon.  Tuhan seperti sudah mentakdirkan kita berdua tidak boleh jauh-jauh tahun 2012 Saya ditugaskan sebagai Kapolda Papua dan Paulus sudah menjabat sebagai Wakapolda.

Detik-detik persiapan pelantikan Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSI sebagai penjabat Gubernur Papua Barat 2022-2024 oleh Mendagri di Jakarta Kamis (12/5/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA

Yang memang sudah baik dan akrab sejak Taruna mempermudah kami berdua untuk menyusun satuan Polda yang Solid dan saling bahu-membahu untuk menciptakan dan memelihara keamanan ketertiban di Papua.

Sebagai orang baru di Papua, Saya belajar banyak dari “Kakak Paul” tentang Papua dan bagaimana mengorganisir tugas kepolisian di Papua.

Saya memandang bahwa Kakak Paul ini memiliki potensi besar tidak hanya untuk menjadi pimpinan tingkat lokal, tapi kadar pemimpin nasional.

Kesabaran ketenangan, kemampuan berkomunikasi dan menjalin jaringan, nasionalisme yang tinggi serta intelektual yang amat baik merupakan modal utama untuk terus maju meniti karir di kepolisian dan bahkan jabatan penting lain di luar kepolisian yang menentukan masa depan negara Indonesia.”I keep my fingers crossed on you, bro !” tulis Tito Karnavian.

Ramalam Tito pada tahun 2013 yang dikasihkan diatas, hari ini Kamis (12/5/2022) menjadi kenyataan, selepas dinas di kepolisian kini menjabat orang penting di Indonesia sebagai Gubernur Papua Barat tanpa melawati pemilihan umum atau sebagai penjabat gubernur..(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!