fbpx
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Lodewijk Mandacan Manokwari terus meningkatkan kualitas peleyanan,  fasilitas dan sarana prasana (Sarpras). Kini, rumah sakit milik Kepolisian... Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandacan Segera Miliki Ruang Bedah
Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandacan Manokwari Polda Papua Barat dan ilustrasi ruang oeprasi yang segera dibangun untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat kepada RSB. FOTORUSTAM MADUBUN. ILUSTRASI: DOKUMENTASI DOKKES POLDA PAPUA BARAT/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Lodewijk Mandacan Manokwari terus meningkatkan kualitas peleyanan,  fasilitas dan sarana prasana (Sarpras). Kini, rumah sakit milik Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat ini segera memiliki fasilitas ruangan operasi (bedah) berstandar nasional.

Selain itu, rumah sakit yang berada satu area dengan Gedung Perkantoran Polda Papua Barat di Maripi Distrik Manokwari Selatan, Manokwari ini  juga akan dilengkapi tenaga-tenaga medis dan dokter bedahnya.

Kabid Dokkes Polda Papua Barat AKBP dr. Sariman didampinggi Karumkit RSB Lodewijk Mandacan dr. Eko Yunianto menjelaskan ruang operasi ini merupakan fasilitas baru yang akan segera dimiliki RSB Lodewijk Mandacan.

‘’Rumah Sakit Bhayangkara Lodwijkh Mandacana dalam waktu tidak lama lagi bisa melayani kasus-kasus bedah. Kita sudah perencanaan, sudah kita buat untuk segera dilaksanakan pembangunankamar bedah, atau yang sering kita sebut OK,’’ jelas Kabid Dokkes kepada wartawan Kamis (8/8/2019) di Polda Papua Barat.

Menurut Kabid Dokkes ada alasan-alasan mendasar agar RSB segera memiliki ruang bedah, karena sejak 29 Januari tahun lalu sampai sekrang RSB belum memiliki kamar operasi sehingga mennjadi catatan harus segera dihadirkan kamar operasi.

‘’Salah satu syarat akreditasi rumah sakit adalah harus ada kamar bedah. Itu salah satu latar belakangannya, kemudian tentang regulasi dan aturan, Permenkes perijinan dan klasifikasi rumah sakit, yang namanya rumah sakit harus ada pelayanan bedah,’’ ujar Kabid Dokkes.

Alasa lain yang mendasar juga adalah ketika memasrkan ke luar daerah, dokter di luar menanyakan ada kamar operasi ada atau tidak.

‘’Rumah sakit sebagai pemberi pelayanan mau tidak mau harus mengikuti aturan,  RSB juga harus kerjasama dengan BPJS, untuk bisa kerjasama dengan BPJS harus terakreditasi, supaya bisa terakreditasi harus memiliki ruangan operasi, hal itu menjadi dasar utama untuk RSB segera membangun ruang operasi,’’ urai Kabid Dokkes .

AKBP dr Sariman mengatakan, belum ada ruang operasi di RSB, RSB sulit memberikan pelayanan operasi terhadap pasien. 

“Selain memudahkan dan mempercepat kerja, menurutnya kelebihan lainnya dari adanya ruang operasi adalah ruang yang lebih steril, sehingga penaganan pasien lebih terjamin,’’ katanya.

Ia mengatakan, RSB segera memiliki ruang operasi juga merupakan kebijakan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak, M.Si menegaskan agara RSB harus meningkatkan pelayanan kesehatan untuk kepercayaan masyarakat.

Kabid Dokkes Polda Papua Barat AKBP dr. Sariman didampinggi Karumkit RSB Lodewijk Mandacan, Manokwari dr. Eko Yunianto. Kamis (8/8/2019). FOTO: RUSTAM MADUBUN/papuadalamberita.com

‘’Yang lebih heran lagi, saya (maksudnya RSB) sudah dapat drop (pengadaan) alat dari pusat, sudah ada meja operasi, sudah ada alat anastesi, sudah ada lampunya tidak tau mau pasang di mana, karena kamar operasinya tidak ada, itu kalau nanti ada pemeriksaan kita salah,’’ bebernya.

Dengan memiliki ruang operasi kata Kabid Dokkes harapan kedepan pelayanan di RSB Lodewijk Mandacana lebih optimal. INdikator optimalnya apa? Yaitu organisasinya bagus, adaktif (bisa menyesuaikan dengan perkembangan yang ada), harapannya juga nanti tenaga medis terpenuhi.

‘’Kita akan lengkapi semua termasuk alat citizen, dengan harapan pelayanan meningkat,’’ urainya.

Untuk proses pembangunan akan bertahap yaitu jangka pendek, jangka menegah dan jangka panjang.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!