Papua Barat

Shalat ID di Masjid Nurul Fatah Manokwari, Ustadz Baharuddin Sabollah, Ramadhan Kehadiranmu Kami Bersih dari Dosa

141
×

Shalat ID di Masjid Nurul Fatah Manokwari, Ustadz Baharuddin Sabollah, Ramadhan Kehadiranmu Kami Bersih dari Dosa

Sebarkan artikel ini

Khotbah Idul Fitri 1442 Hijriah Ustadz Baharuddin Sabollah Kamis (13/5/2021) di Masjid Nurul Fatah Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Setelah sebulan penuh umat islam berpuasa di bulan suci ramadhan 1442 hijriah, kini umat muslim merayakan hari kemenangan  dengan shalat idul fitri.

Umat muslim Komplkes Manoriang Reremi Puncak menggelar sholat idul fitri di Masjid Nurul Fatah Ustadz Bahariddin Sabollah tampil sebagai pengkhotbah, Kamis (13/5/2021) berikut kutipan lengkap khotbah Ustadz Baharuddin Sabollah:

Tiada yang patut kita Puji selain Allah yang Maha Agung Allah Maha Besar Allah Maha bijaksana tiada Tuhan selain Allah Tuhan sekalian alam.

Dan tak ada yang pantas kita syukuri kecuali Allah Allah Maha Pemberi rezeki Allah Maha Pemberi kenikmatan, karena Allah sumber segala rezeki dan kenikmatan.

Dengan segala takdirnya, izin dan kuasa Allah kita hadir di tempat ini kau tiada lain tujuan kecuali untuk melaksanakan salat idulfitri sebagai bukti bahwa sungguh benar-benar kita adalah umat yang mendapatkan kasih sayangnya Allah oleh karenanya inilah hari yang menjadi penyebab Allah membuka seluas-luasnya pintu rahmat dan ampunan-nya.

Shalat idul fitri di Masjid Nurul Fatah Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

Sesungguhnya keuntungan dan kemuliaan yang sangat besar didapatkan oleh umat manusia yang diberi hidup di bulan ramadan, karena memanfaatkan waktunya melaksanakan ibadah puasa di siang harinya, dan mendirikan salat tarawih pada malam harinya, maka hari ini pantas baginya kegembiraan yang amat besar, karena telah berhasil lulus melewati ujian yang amat berat yakni melawan keinginan gejolak nafsu sebulan penuh, dan berhasil mewujudkan amalan sunnah di bulan ramadhan.

Namun demikian harus diakui bahwa hanya kepada Allah semata, pasti itu semua tak mungkin dapat kita wujudkan, pada dasarnya melawan keinginan hawa nafsu di bulan ramadhan adalah merupakan bentuk jihad sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang artinya orang berhijab dalam kurung al-muhajir adalah yang meninggalkan kejahatan, sedang orang yang berjihad Al Mulk Mujahid adalah orang yang berperan melawan keinginan hawa nafsu.

Pengurus Masjid Nurul Fatah seusai shalat idul fitri. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

Pada hari ini, kita hadir di tempat ini, dengan diselimuti berkah dan kemuliaan dengan bertakbir, bersih bertahmid dan bertahlil, dengan menggunakan pakaian bersih bahkan baru memberi gambaran Bahwa saat ini kita bersih dari segala dosa dan noda, bahkan saat ini kita dapat merasakan sentuhan dengan nuansa serba baru dalam kehidupan kita, hal itu terjadi karena telah meraih kenikmatan dan keberkahan bulan ramadhan, dengan demikian kita berharap semoga kesucian yang diraih saat ini, tidak ternoda oleh dosa dan noda di hari yang akan datang.

Ucapan takbir telah menyentuh kalbu yang bermakna sebuah kesaksian, bahwa tiada yang besar kecuali Allah yang maha pemurah. Pujian tahmid adalah seruan bertubi mengingatkan kita pada karunia Allah,  bahwa yang lahir pasti akan mati,  dan setiap yang datang akan pergi, kecuali tempat kembali yang berhak menerima segala pujian.

Pernyataan tahlil bagaikan derap langkah yang tak pernah henti bersih bersihkan kotoran menghapus segala dosa dan mengikis habis kemusyrikan dengan kesadaran bahwa kesenangan dunia tidak akan bertahan lama, matahari yang bersinar tak selamanya bercahaya, yang abadi hanyalah Allah pencipta alam semesta.

Remaja masjid dan pengurus Masjid Nurul Fatah seusai shalat idul fitri. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

Hari raya idulfitri menandai berakhirnya ibadah puasa di bulan ramadhan, hari raya idul fitri adalah sebagai hari kembalinya kaum muslimin kepada kesuciannya Allah pun telah perintahkan kita untuk mengeluarkan zakat fitrah, karena zakat fitrah merupakan kunci pembuka pintu keberkahan dan zakat fitrah adalah penyempurnaan diterimanya ibadah puasa di bulan ramadhan.

Sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang artinya puasa ramadhan menggantung antara langit dan bumi dan tidak akan diangkat kepada Allah, kecuali dengan zakat fitrah.

Hadits ini memberikan penjelasan betapa pentingnya zakat ibadah puasa yang wajib hukumnya ditunaikan diberikan kepada fakir miskin, zakat adalah suatu bentuk ibadah kepada Allah sekaligus merupakan suatu jalan untuk mempererat hubungan kita sesama manusia, Sehingga timbullah dalam hati kita rasa saling kasih mengasihi di antara umat manusia, dan itulah yang menjadi sebab Allah mengasihi kita.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya: Kasih sayangilah makhluk yang ada di bumi maka Allah pun menyayangi kam,  kemudian Rasulullah Shallallahu Allaihi Wasallam bersabda yang artinya:  Barangsiapa yang tidak menyayangi sesama nya manusia maka Allah pun tidak menyayangi.

Ini manfaatnya Mari berpikir dan merenungkan kembali drama kehidupan di dunia, bahwa waktu yang telah kita lewati hanya meninggalkan kenangan dan renungan, sedang waktu yang kita hadapi saat ini adalah mengharap sejuta harapan Untuk jauh lebih baik, dan waktu esok hari adalah waktu dengan jutaan rencana dan cita-cita, kita hanya dapat berharap semoga Allah memberi kesempatan hidup untuk meraih rahmatnya.

Jama’ah Masjid Nurul Fatah seusai shalat idul fitri. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

Memungkinkan apa bisa hari ini usia kita bertambah satu tahun, namun umur kita berkurang setahun, bulan Ramadan kemarin tidak akan kembali lagi, bulan ramadan yang akan datang bulan ramadhan yang telah meninggalkan kita, semua amal yang telah diperbuat oleh anak cucu Adam itu telah dicatat malaikat, amal baik dan juga amal buruk satupun amal yang kita perbuat tidak ada yang luput dari catatan malaikat.

Sungguh beruntunglah orang yang mengisi waktu hidupnya dengan amal-amal kebajikan karena pasti akan dibalas pula dengan kebajikan firman Allah dalam Alquran yang agung yang artinya: Tiap-tiap jiwa Bertanggung atas apa yang telah dilakukannya.

Ayat tersebut dapat dipahami bahwa Tak ada satupun perbuatan yang tidak dipertanggungjawabkan dihadapan Allah, perbuatan baik akan dibalas dengan kenikmatan dan kebahagiaan, dan perbuatan buruk akan diganjar dengan kenistaan dan kesengsaraan.

Zakat fitrah Jalan membersihkan kita dari noda dan dosa, juga mengobati jiwa kita dari berbagai penyakit, juga menjadi penunjang atas kemajuan pekerjaan kita di waktu yang akan datang, namun perlu disadari bahwa rizki tidak akan datang sendiri melainkan disertai dengan usaha, berusaha tanpa mengenal putus asa, itulah menjadi asbab datangnya rezeki dari Allah sebagaimana firman Allah dalam Hadis Qudsi yang artinya wahai anak cucu Adam gerakan tangan dalam kurung pekerjaan tanganmu akan akan kutanggung rizkimu

Hadits Qudsi di atas dapat dipahami bahwa, Allah telah menyiapkan rezekinya bagi orang yang bekerja, karena bekerja adalah sebab datangnya rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Jama’ah Masjid Nurul Fatah seusai shalat idul fitri. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

Bulan ramadan tidak pergi meninggalkan kita semua, kita hanya dapat merelakan kepergian dengan Semarak takbir tahmid dan tahlil,  selamat tinggal bulan ramadan, semoga kepergianmu kali ini membawa catatan indah dan kenangan manis, terima kasih bulan ramadhan, karena kesadaran kehadiranmulah kami bersih dari dosa dan noda, bahkan Kami mendapatkan kemuliaan, bulan Ramadan kepergianmu dihadapan Kami adalah suatu harapan semoga bulan ramadhan yang lain kami masih diberi kesempatan dapat bertemu di tahun yang akan datang.

Dan akhirnya, selaku hati Saya berpesan: jadikanlah puasa kita membawa berkah, bersihkan hati kita dari berbagai penyakit hati, mohonlah kepada Allah jauhkan kami dari sifat riya dan dengki karena riya dan dengki akan membakar amal-amal kebajikan yang kita perbuat. Di hari yang penuh ampunan ini marilah kita untuk saling maaf-memaafkan dan jangan bermusuhan karena sesungguhnya bermusuhan itu mendatangkan penyakit di antara manusia dan dapat merusak sendi-sendi kehidupan dunia dan juga kehidupan akhirat.

Jauhkan diri dari sifat kesombongan karena kesombongan itu adalah hamba kesehatan, dan orang sombong itu akan ditempatkan dalam neraka yang penuh dengan siksaan dan kesengsaraan naudzubillahi.

Dan Mari siapkan bekal dan modal untuk akhirat dengan banyak bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *