Papua Barat

Sudah 2 ASN Pemda Papua Barat Positif Corona, Gebernur Sebut Harus Dirawat, Sekalipun Dirinya

88
×

Sudah 2 ASN Pemda Papua Barat Positif Corona, Gebernur Sebut Harus Dirawat, Sekalipun Dirinya

Sebarkan artikel ini

Tim medis Rumah Sakit Umum Provinsi, Papua Barat saat melakukan rapid tes antigen kepada Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan pada rapid tes masal bersama tokoh nusantara se Manokwari, hasil rapid tes gubernur non reaktif, Jumat (17/7/2020) di Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: rustam madubun. 

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Setiap warga termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Papua Barat jika terkonfirmasi positif CoronaVirus Disease 2019 (COVID-19) wajib masuk rumah sakit, tanpa terkecuali sekalipun itu gubernur.

Saat ini dua ASN di lingkungan Pemda Papua Barat terkonfirmasi positif COVID-19, satu telah sehat dan keluar dari rumah sakit dan satu dalam perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Papua Barat, di Manoriang Reremi Puncak, Manokwari.

‘’Saya ajak semua pejabat,  ASN apalagi pejabat provinsi, selaku Ketua Umum Gugus Tugas Provinsi Papua Barat selalu mengimbau ketika ada yang indikasi positif harus masuk rumah sakit,  jangan pejabat provinsi ada yang tidak mau dirawat,  harus dirawat di rumah sakit,  gubernur sekalipunpun harus dirawat di rumah sakit,’’ tegas Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan saat membuka rapid tes masal yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, Jumat (17/7/2020) di Manokwari.

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan memasang masker dan facee shield (pelindung wajah) kepada perwakilan tokoh nusantara se Manokwari di RSU Provinsi, saat membuka rapid tes masal, Jumat (17/7/2020). PAPUADALAMBERITA. FOTO: istimewa.

Gubernur Papua Barat mengatakan, jika ada ASN yang tidak mau dirawat nanti masyarakat juga mau dirawat di rumah, sedangkan tenaga keamanan, tenaga medis, tenaga perawat di Papua Barat terbatas.

‘’Jangan dirwat di rumah, memang ada yang tidak mau ke rumah sakit, nanti masyarakat mau dirawat di rumah, ini kita susah, aparat kita terbatas,  tenaga kita terbatas, fasilitas kesehatan kita terbatas untuk perawat dari rumah,  misalnya ada satu pasien di Anggori, satu di Arfai, satu dirawat di Pasir Putih sana ini susah, saya minta kesadaran,’’ harap gubernur Dominggus Mandacan.

Mandacan menuturkan, ada ASN yang meminta untuk dirawat di rumah, tetapi akhirnya di rawat di rumah sakit setelah ia memberikan penjelasan.

‘’Saya punya pegawai minta dirawat di rumah,  saya langsung telepon dan Ia siap masuk rumah sakit, saya tegaskan tetap harus masuk rumah sakit untuk dirawat, satu sudah sehat,  tinggal satu yang dirawat,’’ ujar Dominggus.

Mantan bupati Manokwari ini pun mencontohkan dirinya bersama wakil gubernur, Sekda Provinsi juga sudah dirapid tes dan di swab hasilnya pun negatif, bahkan pada kesempatan rapid tes masal tadi gubernur juga mengikuti rapid tes, bersama tokoh-tokoh nusataran serta warga lainya.(tam)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!