Papua Barat

Terpapar Covid -19, Puluhan Nakes di Fakfak Tak Dapat Melaksanakan Tugas

48
×

Terpapar Covid -19, Puluhan Nakes di Fakfak Tak Dapat Melaksanakan Tugas

Sebarkan artikel ini

Tenaga Kesehatan di Fakfak Saat Memberikan Pelayanan Swab Antigen. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM.

Tenaga Kesehatan di Fakfak Saat Memberikan Pelayanan Vaksinasi Covid -19 Kepada Masyarakat. FOTO : RICO LET’s./PAPUADALAMBERITA.COM.

 Nakes Ketika Memberikan Pelayanan Swab Antigen. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Penyebaran corona virus disease 2019 (Covid -19) di Kabupaten Fakfak terus meningkat dari hari ke hari sejak kejadian awal pada 8 Juni 2021 hingga 14 Juli 2021.

Hingga saat ini sebanyak 456 orang yang dinyatakan positif Covid -19 dari total Kumulatif sebanyak  655 orang dalam sebulan ini. Dari angka kumulatif kasus Covid -19, telah sembuh sebanyak 188 orang dan dinyatakan meninggal dunia sebanyak 12 orang dan masih positif menjalani Isoma (Isolasi Mandiri) sebanyak 456.

Hari ini juga (Rabu 14/7/2021) terjadi penambahan kasus positif Covid -19 sebanyak 40 orang yang terkonfirmasi positif corona virus, penambahan tersebut tentunya harus membuiat setiap orang di Fakfak untuk berhati – hati dan saling menjaga agar kita sebagai warga Fakfak mampu menekan laju perkembangan Covid -19.

Tak dapat dipungkiri tenaga medis, para medis dan tenaga kesehatan lainnya yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid -19 juga sangat rentang terpapar virus corona. Sesuai data ter – update (Rabu 14/7/2021) hingga saat ini tenaga kesehatan yang telah terpapar Covid -19 sebanyak 92 orang.

“Rabu 14/7/2021 ada 92 tenaga kesehatan yang tidak dapat melaksanakan tugas karena sedang terpapar Covid -19, mereka (Nakes) yang terpapar Covid -19 kini sedang menjalani Isoma (Isolasi Mandiri) maupun ada juga yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Fakfak”, tukas Jubir Satgas Covid -19 Pemkab Fakfak, Gondo Suprapto, SKM, M.Si yang juga dibenarkan Direktur RSUD Fakfak, dr. Kariani Kastela, M.Kes, Sp.Rad, kepada papuadalamberita.com.

Kondisi para medis dan Nakes lainnya di RSUD Fakfak yang terpapar Covid -19 sebanyak 30 orang,  mengakibatkan RSUD Fakfak juga kewalahan dalam meberikan pelayanan kepada pasien, hal itu dibenarkan Direktur RSUD Fakfak. dr. Kariani Kastela, M.Kes, Sp.Rad.

Kepala Dinas Kesehatan Fakfak Gondo Suprapto, SKM, M.Si, Bersama Nakes Dalam Pelayanan Swab Antigen. FOTO : Istimewa./PAPUADALAMBERITA.COM.

“Kami (RSUD Fakfak) juga kewalahan penanganan pasien karena ada 30 para medis dan nakes lainnya yang tidak dapat melaksanakan tugas karena terpapar Covid -19”, ungkapnya

Sesuai data yang dirilis Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 Pemkab Fakfak, Gondo Suprapto, hingga saat ini  90 Nakes terpapar Covid -19 hingga tidak dapat melaksanakan tugas pelayanan kesehatan

Menurut Gondo, 90 Nakes yang terpapar Covid -19 dan tidak dapat melaksanakan tugas, tersebar di 6 Puskesmas dan 1 Balai Pengobatan termasuk  RSUD Fakfak serta Dinas Kesehatan bahkan AKPER ada yang terpapar.

Tenaga kesehatan yang terpapar Covid -19 sebanyak 90 orang Nakes terdapat di Puskesmas Fakfak Kota 26 orang, Puskesmas Fakfak Tengah 9 orang, Puskesmas Sekban 5 orang, Puskesmas Kramongmongga 2 orang, Puskesmas Bomberay 2 orang, RSUD Fakfak 30 orang, Puskesmas Degen 10 orang, Akper 1 orang, Dinas Kesehatan 5 orang, BP Fatima (Misi Danaweria) 2 orang sehingga total 92 Nakes yang terpapar Covid -19 hingga tak dapat melaksanakan tugas.

Guna meminimalisir tingkat penyebaran Covid -19 kepada para tenaga kesehatan, Gondo Suprapto, berharapa, kepada masyarakat agar dalam situasi pandemi ini, dapat mengurangi kunjungan ke layanan kesehatan bila hanya mau konsultasi atau penyakit ringan,karena berisiko terjadi kerumunan di layanan kesehatan, atau konsultasi dilakukan lewat telepon seluler dengan perawat atau dokter atau dikenal dengan istilah telemedicine.

“Kami berharap agar masyarakat dalam situasi pandemi ini dapat mengurangi kunjungan ke layanan kesehatan bila hanya mau konsultasi penyakit ringan karena berisiko terjadi kerumunan di layanan Kesehatan atau untuk kepentingan konsultasi dapat dilakukan lewat telephone seluler dengan perawat atau dokter atau dikenal dengan istilah telemedicine”, harap Gondo.

Hal ini kata dia, perlu dilakukan agar dapat menjaga diri kita agar tidak terinveksi Covid -19 dan juga dapat menjaga tenaga kesehatan tidak terpapar dari virus corona.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *