Tuntut Janji Bupati Fakfak, Marga Patiran Selaku Pemilik Hak Ulayat Tanah Adat Palang Adat RSUD Fakfak. Kamis 27 Mei 2021. FOTO : RICO LET’s./PAPUADALAMBERITA.COM.  ... Tuntut Janji Bupati Fakfak, Marga Patiran Buat Palang Adat di RSUD Hingga Dibuka Bupati

Tuntut Janji Bupati Fakfak, Marga Patiran Selaku Pemilik Hak Ulayat Tanah Adat Palang Adat RSUD Fakfak. Kamis 27 Mei 2021. FOTO : RICO LET’s./PAPUADALAMBERITA.COM.  

Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si Didampingi Keluarga Patiran Selaku Pemilik Hak Ulayat Tanah Adat Bersama Beberapa Kepala OPD Membuka Palang Adat di Depan Pintu Masuk RSUD Fakfak. Kamis 27 April 2021. FOTO : RICO LET’s./PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, kembali dipusingkan dengan urusan palang adat yang terjadi di depan pintu masuk RSUD Fakfak pada Kamis (27/5/2021).

Palang adat yang dilakukan marga Patiran selaku pemilik hak ulayat tanah adat di lahan  RSUD Fakfak, sebagai bentuk tuntutan atas janji Bupati yang belum dipenuhi. Janji yang belum dipenuhi Bupati membuat marga Patiran melakukan aksi palang adat dengan membuat 4 cangkir kopi, siring pinang, tembakau dan uang koin yang ditarung di atas sebuah wadah tepat di depan pintu masuk RSUD.

Selain palang adat yang ditaruh di depan pintu masuk RSUD ada sebuah baliho berkukuran kurang lebih 1 x 60 Cm yang dipasang dipintu masuk dengan tulisan : Keluarga Patiran : 1. Kami Pemilik Hak Ulayat Tanah Adat RSUD Fakfak Menuntut Pemerintah Daerah Menyelesaikan Ganti Rugi Tanah Kami di Maksud, 2. Mohon Untuk Bapak Bupati Hadir Menjelaskan dan Menyelesaikan Hak Kami Dimaksud dan 3. Pemalangan Ini Kami Lakukan Bentuk Dari Kekecewaan Kami Atas Janji Bapak Bupati Fakfak.

Pemilik hak ulayat H. Ahmad Patiran, yang melakukan pemalangan adat mengatakan, aksi palang adat yang dilakukan ini dikarenakan ada janji Bupati yang belum dipenuhi, dimana pamilik hak ulayat saat itu meminta agar Direktur RSUD Fakfak diberikan kepada dr. Maulana Patiran.

Permintaan ini diajukan sebelum Bupati dan Wakil Bupati dilantik dan saat itu Bupati berjanji akan balik setelah pelantikan untuk kumpul keluarga guna membicarakan permintaan kami pemilik hak ulayat, tukas H. Ahmad Patiran kepada wartawan di depan RSUD Fakfak.

Namun hingga Bupati dilantik, permintaan pemilik hak ulayat adat soal jabatan Direktur RSUD dijabat dr. Maulana Patiran tidak dijawab malah Bupati melantik dr. Kariani Kastela sebagai Direktur.

Dilain hal, menurutnya, terkait tuntutan poin 1 tentang penyelesaian ganti rugi hak ulayat tanah adat di RSUD Fakfak, bahwa sudah ada perjanjian jaman kepemimpinan Mohamad Uswanas dan Donatus Nimbitkendik, dimana pemilik hak ulayat tidak meminta ganti rugi namun ada kompensasi untuk pemilik hak ulayat dalam hal pelayanan kesehatan yang gratis, ada anak – anak pemilik hak ulayat yang bisa bekerja di RSUD hingga bisa ada anak cucu yang memiliki kemampuan dapat memimpin RSUD Fakfak.

H. Ahmad Patiran Pemilik Hak Ulayat Tanah Adat Yang Melakukan Pemalangan Adat di Depan RSUD Fakfak. Kamis 27 Mei 2021. FOTO : RICO LET’s./PAPUADALAMBERITA.COM.

Karena Kompensasi tersebut sehingga hak ulayat tanah adat marga Patiran diberikan kepada Pemerintah Daerah secara gratis, tutur H. Ahmad Patiran di depan RSUD Fakfak saat melakukan aksi pemalangan adat.

Aksi ini membuat Bupati Fakfak, Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, dengan didampingi Raja Fatagar, Taufiq Heru Uswanas yang juga Kepala Dinas Perhubungan Fakfak dan beberapa pejabat lainnya mendatangi pemilik hak ulayat guna menyelesaikan persoalan ini.

Penyelesaian persoalan pemalangan adat RSUD Fakfak berlangsung di rumah pemilik hak ulayat hingga Bupati Fakfak Untung Tamsil didamping keluarga pemilik Patiran sebagai pemilikn hak ulayat dan beberapa pejabat Pemkab Fakfak mendatangi RSUD Fakfak guna membukan palang adat dan menurunkan baleho tuntutan marga Patiran.

Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, usai membuka palang tersebut, kepada awak media mengatakan, tidak pernah memberikan janji untuk keluarga Patiran sebagai pemilik hak ulayat terkait jabatan Direktur RSUD Fakfak.

Namun yang ada hanyalah surat permohonan yang diterimanya dari keluarga pemilik hak ulayat dimana surat tersebut untuk melihat posisi – posisi strategis termasuk untuk jabatan Direktur RSUD Fakfak keluarga menawarkan untuk dr. Maulana Patiran.

Tetapi menurut Bupati, untuk mengambil keputusan siapa yang harus menduduki jabatan Direktur RSUD Fakfak ada beberapa pertimbangan sehingga keputusan jabatan tersebut kepada dr. Kariani Kastela.

Sedangkan untuk dr. Maulana Patiran kata, Bupati Fakfak, Untung Tamsil, akan dipikirkan untuk jabatan – jabatan lain, yang tentunya harus melalui prosedur dan mekanisme sesuai aturan yang berlaku..

“Untuk dr. Maulana Patiran akan saya pikirkan untuk jabatan lain, yang tentunya harus melalui prosedur dan mekanisme  sesuai aturan yang berlaku”, tutur orang nomor satu di Kabupaten Fakfak yang akrab di sapa UT (Untung Tamsil) dihadapan sejumlah awak media yang sedang mewawancarainya.(RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *