Papua Barat

Wakil Gubernur Papua Barat Lepas Ekspedisi Cinta Rupiah Kepulauan Kasuari

93
×

Wakil Gubernur Papua Barat Lepas Ekspedisi Cinta Rupiah Kepulauan Kasuari

Sebarkan artikel ini

Dari atas Kapal KRI Dokter Soeharso Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengunting pita sekaligus melepas tali KRI Gulamah 869 dalam Ekspedisi Cinta Rupiah Kepulauan Kasuari 2021 ke Pulau Namatota, Karas, Arguni dan Pulau Misool, Selasa (2/11/2021). PAPAUDALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

Wagub Papua Barat, Pangdam Kasuari, Kapolda Papua Barat Panglima Armada III Sorong dan Kepala Bank Indonesia di KRI Dokter Soeharso, Selasa (2/11/2021). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM M

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani SH, MSI melepas Tim Ekspedisi Kas Keliling Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T), dengan tema “Ekspedisi Cinta Rupiah Kepulauan Kasuari 2021” Selasa (2/11/2021) di Dermaga TNI AL Manokwari Papua Barat.

Pelepasan itu dilakukan Mohamad Lakotani di pelabuhan kapal milik TNI AL di Manokwari, ikut hadir Panglima Armada III, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE, MTR (Han), Kapolda Papua Barat Irjen Pol Doktor Tornagogo Sihombing SIK, MSI dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat.

 ‘’Saya mengucapkan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Koarmada II TNI AL Sorong yang mampu bersinergi di tengah-tengah kondisi pandemi COVID 19 untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pemenuhan uang rupiah sebagai salah satu lambang kedaulatan NKRI dan tentunya juga sebagai alat pembayaran yang sah di negara kita hingga ke pulau terluar di Indonesia,’’ sebut Wakil Gubernur Papua Barat di atas Kapal KRI Dokter Soeharso.

Pelepasan KRI Gulamah 869 dalam ekspedisi yang akan bersadaran berlabuh di Pulau Namatota, Pulau Karas, Pulau Arguni dan Pulau Misool dengan membawa estimasi nilai penukaran sebesar Rp 9,0 Miliar itu ditandai dengan peguntingan pita dan pelepasan tali KRI Gulamah oleh Wakil Gubernur Papua Barat yang secara resmi mewakili Pemerintah Daerah Provinsi Barat.

Wakil Gubernur Papua Barat mengatakan, mempertimbangkan kondisi geografis  Provinsi Papua Barat yang terdiri atas pegunungan dan banyak pulau-pulau menjadi suatu tantangan dalam upaya pendistribusian uang rupiah layak edar khususnya keterbatasan infrastruktur transportasi dan faktor keamanan, sehingga diperlukan sinergitas kolaborasi yang kuat bersama TNI angkatan laut yang berada di Garda terdepan khususnya untuk menjangkau daerah kepulauan.

‘’Dalam ekspedisi kas keliling kepulauan #3T dilakukan juga edukasi cinta bangga paham rupiah (CBP),  pemahaman masyarakat akan merawat uang rupiah melalui metode lima (5):  Jangan dilipat, jangan, dicoret,  jangan distapler. Jangan diremas dan jangan dibasahi,’’ kata Mohamad Lakotani.

‘’Sehingga kegiatan kas keliling kepulauan terdepan, terluar terpencil menjadi penting agar masyarakat lebih menghargai uang rupiah sebagai simbol kedaulatan,’’ sambung Lakotani.

Lanjut Lakotani, sebagai salah bentuk edukasi Bank Indonesia Papua Barat dan Direktorat Jenderal perbendaharaan Papua Barat telah melaksanakan talk show dalam rangka peringatan hari oeang yang pada 30 Oktober 2021.

‘’Pada kesempatan hari ini kita bersama-sama menyaksikan prosesi pelepasan KRI Gulama 689 sebagai bentuk sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut untuk memelihara keutuhan dan kedaulatan NKRI melalui pemenuhan ketersediaan uang rupiah hingga ke pulau terluar di tanah Papua Barat,’’ kata Wagub Papua Barat.

Wagub yang juga Ketua Partai Gerindra Papua Barat ini berharap kegiatan kas keliling kepulauan 3T mampu berjalan lancer, sukses dan berhasil memelihara keutuhan dan kedaulatan NKRI baik dari sisi Bank Indonesia maupun TNI AL.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *