Papua

Yahukimo Setelah Melewati Dua Dekade

151
×

Yahukimo Setelah Melewati Dua Dekade

Sebarkan artikel ini
ilustrasi foto

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Tidak terasa Kabupaten Yahukimo yang dulu di tahun 2002 dimekarkan menjadi satu kabupaten mandiri pecahan dari Kabupaten Jayawijaya, kini sudah melewati satu dekade lamanya sebagai sebuah kabupaten sendiri.

21 tahun lamanya, Kabupaten Yahukimo dengan segala dinamikanya berkembang dari hanya tiga distrik utama menjadi 51 distrik yang menyebar di seluruh wilayah Yahukimo. Upaya pemekaran wilayah ini sejatinya adalah untuk mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Yahukimo dengan membagi habis seluruh wilayah dengan cakupan yang lebih kecil agar dimungkinkan optimalisasi proses Pembangunan.

Secara kasat mata, 21 tahun lamanya Pembangunan fisik memang belum sepesat kabupaten pemekaran lainnya. Namun Pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana di wilayah Yahukimo boleh dikatakan terus berprogres walau perlahan. Perkembangan fisik ini saja tentu tidak cukup.

Fasilitas Kesehatan seperti puskesmas yang mumpunipun tidak akan mampu menyehatkan seluruh warganya jika tidak ada petugas kesehatan yang berjaga, dan tidak ada kesadaran kesehatan yang dimiliki oleh warga. Begitupun dengan berbagai fasilitas Pendidikan seperti gedung sekolah yang tidak akan berdaya guna apabila motivasi dan kesadaran pentingnya Pendidikan tidak diimani oleh lebih banyak orang. Gedung pemerintahan yang megah dan mewahpun tidak akan optimal menjalankan fungsinya apabila sumber daya pekerjanya tidak memenuhi standar, bekerja tanpa mengetahui targat dan visi apa yang akan dicapai.

Ketimpangan Pembangunan Fisik dan Non Fisik

Adanya ketimpangan antara pembangunan fisik dan non fisik menyebabkan progress perkembangan daerah menjadi sangat lambat. Kini, setelah melewati dua dekade lamanya, Kabupaten Yahukimo harus berkontemplasi tentang apa saja yang sudah terlewati serta mencari solusi untuk kabupaten yang lebih maju sejahtera.

Jumlah penduduk Yahukimo sebanyak 350.880 jiwa di tahun 2020 merupakan modal utama penggerak kemajuan daerah. Dari total penduduk tersebut ada sebanyak 83 persen atau kurang lebih 292.128 penduduk yang merupakan penduduk usia pproduktif dari usia 15 tahun hingga 64 tahun. Inilah kelompok penduduk yang mestinya memiliki produktifitas tinggi untuk menggerakan kemajuan wilayah.

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa terdapat 85,47 persen penduduk Yahukimo berusia lebih dari 15 tahun yang bekerja secara aktif. Jika dihitung secara jumlah aboslut, maka terdapat 259.150 penduduk berusia lebih dari 15 tahun yang sudah aktif bekerja.  Namun sayangnya tidak semua pekerja ini merupakan pekerja yang berpenghasilan, masih ada sebagin besar pekerja ini merupakan pekerja keluarga yang tidak dibayar dan bekerja hanya sekedar memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari terutama di sektor pertanian.

Tentu saja, kemampuan untuk bisa bekerja dengan optimal sangat lekat dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia ini diukur melalui indikator pendidikan, kesehatan, serta kemampuan ekonomi. Untuk kualitas SDM di kabupaten Yahukimo sendiri masih berada dalam kategori rendah, yakni masih berada dibawah kabupaten Jayawijaya dan Tolikara dari seluruh kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

Indeks Pembangunan Manusia kabupaten Yahukimo masih berada di level 50,25. Merefleksi perjalanan kabupaten Yahukimo yang sudah 21 tahun lamanya, mestinya penguatan SDM atau pembangunan non fisik yang berfokus pada kualitas manusia harus menjadi prioritas utama.

Lantas bagaimana untuk bisa meningkatkan kualitas SDM di Yahukimo?

Pendidikan

Fokus utama untuk peningkatan SDM tentu ada pada pendidikan. Pemerintah harus sadar bahwa Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat krusial bagi perkembangan Yahukimo. Hasilnya memang tidaklah dipanen dalam waktu singkat setahun dua tahun, namun investasi ini merupakan investasi Pembangunan yang amat menjanjikan.

Pemerintah selaku pengambil kebijakan dan penggerak Pembangunan harus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dari Masyarakat adat, pihak gereja dan para tokoh agama, untuk menyuarakan betapa pentingnya Pendidikan formal. Betapa berharganya Pendidikan untuk bisa meningkatkan harkat derajat hidup manusia.

Selain penguatan sarana dan prasarana pendidikan, partisipasi sekolah formal juga perlu ditegakan. Tercatat di tahun 2019, pertisipasi sekolah penduduk usia 15 tahun keatas tidak ada yang mencapai 50 persen. Jumlah penduduk usia 15 tahun yang pernah mengenyam pendidikan hanya sebanyak 32 persen, sedang yang masih sekolah ada sebanyak 21 persen. Sedangkan penduduk yang belum atau tidak bersekolah mencapai 47 persen. Ini menunjukan bahwa Pendidikan di Yahukimo masih sangat rendah, padahal pendidikan merupakan kunci utama membuka peluang besar di masa yang akan datang.

Kesehatan

Fokus berikut yang perlu diperhatikan ada pada isu Kesehatan. Isu kesehatan merupakan isu yang sangat luas dan berkaitan dengan faktor lainnya. Tercatat di tahun 2017, jumlah pengidap penyakit TB Paru, Pneumonia, Kusta, Diare, dan DBD di wilayah kabupaten yahukimo mencapai sebenyak 11.845 kasus dan merupakan jumlah kasus tertinggi di Provinsi Papua Pegunungan. Dari sejumlah kasus tersebut hanya sebanyak 7 persen dari seluruh penduduk mengeluh sakit di kabupaten Yahukimo dan dengan mendapatkan pelayanan medis.

Tentu kesehatan merupakan implikasi dari banyak hal, seperti pola hidup yang sangat lekat dan pola pikir dan tingkat aspirasi, kemampuan ekonomi, serta daya dukung lingkungan. Namun, Pemerintah Yahukimo bisa menggerakan berbagai tindak pencegahan penyakit melalui berbagai program dan sosialisasi pola hidup sehat.

Menumpas angka kematian ibu dan bayi dengan memperkuat sosialisasi untuk pemeriksaan kehamilan dan imunisasi wajib bagi balita, serta edukasi kesehatan yang menyeluruh.

Pemerintah harus bisa merangkul berbagai pihak di wilayah Yahukimo untuk bisa memajukan derajat kesehatan di wilayah ini dengan bekerja sama dengan pihak gereja, tokoh adat, masyarakat dan sebagainya.

Banyak yang bisa dilakukan untuk kemajuan wilayah, namun adanya prioritas dapat mempercepat dan mengoptimalkan perkembangan di wilayah Yahukimo. Inilah saatnya kabupaten Yahukimo bangkit melepas segala prahara untuk kemaslahatan masyarakat yang maju dan sejahtera. Mari tunjukan bahwa usia yang semakin bertambah, juga turut memperkuat komitmen semua pihak untuk bergotong royong memajukan Yahukimo. (Penulis:Sulistya Ningrum dan Febi Ramdani statistisi BPS Kabupaten Yahukimo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!