Papua Barat

Yakesma Semarakan Hari Guru Dengan Adakan Pelatihan Permasalahan Umum Dan Kronik Peserta Didik Gen-Z

138
×

Yakesma Semarakan Hari Guru Dengan Adakan Pelatihan Permasalahan Umum Dan Kronik Peserta Didik Gen-Z

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Yakesma (Yayasan Kesejahteraan Madani) Papua Barat bekerjasama dengan JSIT (jaringan Sekolah Islam Terpadu) Papua Barat mengadakan kegiatan pelatihan khusus bagi guru guru se Kabupaten Manokwari dengan tema “Permasalahan Umum dan kronik Peserta Didik Gen-Z“ bertempat di aula Waisai, Hotel Valdos pada Jumat, (8/12/23).

Dalam pelaksanaannya kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan guru guru yang ada di sekolah se-Kabupaten Manokwari, mulai dari guru TK sampai dengan SMA. Terkonfirmasi total peserta yang datang menghadiri sebanyak 170 orang yang berprofesi sebagai guru.

Kegiatan ini memiliki rangkaian yang nantinya akan dilaksanakan selama 3 hari, yang terdiri dari Workshop, Pelatihan khusus guru SIT (Sekolah Islam Terpadu) dan Seminar Parenting Akbar, seperti yang dijelaskan oleh ketua panitia pelaksana, Seli Nurbaeti,Spd.

“Benar, kami melaksanakan kegiatan ini selama 3 hari dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dari hari jumat dan sabtu yaitu Pelatihan dan workshop yang Dimana targetnya adalah guru guru yang ada di kabupaten Manokwari dan ditutup dengan kegiatan Seminar Parenting Akbar yang dilaksanakan pada hari Ahad, yang dimana targetnya adalah orang tua wali murid dan terbuka untuk umum” jelas Seli

Antusiasme para peserta dalam sesi diskusi pada kegiatan “Pelatihan Penaganan Masalah Khusus dan Kronik Peserta Didik Gen-Z”. FOTO: Panitia Pelaksana. PAPUADALAMBERITA.COM

Kegiatan ini pun dihadiri oleh Kepala Cabang Yakesma Papua Barat, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Papua Barat, Ketua komisioner Baznas Papua Barat, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Papua Barat, dan Ketua JSIT Papua Barat.

Dalam kesempatan ini kepala Cabang Yakesma Papua Barat, Kamaruddin,Shut,Mling mengatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk dari kepedulian Yakesma terhadap Pendidikan dan dalam rangka menyemarakan hari guru tahun 2023.

“Laznas Yakesma sendiri, awalnya dibentuk berdasarkan keprihatinan terhadap guru dan tenaga kependidikan pada umumnya, maka pada hari ini sebagai wujud dukungan terhadap profesionalisme guru, Yakesma melaksanakan pelatihan dan workshop penanganan masalah umum yang terjadi pada generasi Z” tutur beliau

Dalam kesempatan yang sama pun beliau menyinggung terkait dengan keadaan psikologis anak anak didik mulai dari TK samapai dengan Tingkat SMA yang mana mereka termasuk ke dalam kategori generasi-Z.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami telah mengundang Narasumber yang kompeten di bidang psikologi sehingga kita semua bisa berperan aktif mengambil manfaat dari diselenggarakannya pelatihan ini” sambung beliau dalam sambutannya

“Hal ini menurut kami sangat relevan dengan situasi saat ini dimana tumbuh kembang anak-anak sangat dipengaruhi oleh dunia digital yang mau tidak mau tidak bisa dipungkiri merubah kebiasaan bersosialisasi dan sarana pendidikan kita sehingga para guru dituntut menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan dampaknya” lanjut kepala cabang Yakesma

Dalam akhir sambutan, beliau juga menyampaikan harapan dari diselenggarakannya kegiatan ini dan juga berterimakasih kepada seluruh pihak pihak yang turut mensukseskan agenda ini dan juga kepada seluruh donator yang telah membantu anak anak yang terancam putus sekolah karena faktor ekonomi, sehingga mereka dapat menyelesaikan sekolahnya.

“Harapan lain juga  dalam kesempatan terbatas ini, pengetahuan yang diserap bisa dicatat sehingga bisa diamalkan dikemudian hari. Sebagaimana kebiasaan dunia digital, kalau tidak viral maka tidak dapat perhatian, dan kalau sudah viral biasanya akan tenggelam dengan viral yang lain. Kami tidak ingin kalau wawasan yang berharga ini lenyap tak berbekas bahkan saat belum sempat diterapkan kepada anak didik kita” kata beliau

“Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru yang telah merespon program pendidikan kami, diantaranya Beasiswa Anak Negeri, sehingga bisa menyelamatkan anak didik dari putus sekolah. Tentunya program ini perlu mendapat dukungan serius dari berbagai pihak agar tidak ada lagi anak didik yang putus sekolah atau tidak bisa ikut ujian karena kendala administrasi dan faktor ekonomi” tutup Kamaruddin.(tri)

Kepala Kantor Wilayah Agama Papua Barat, Ketua Komisioner Baznas Papua Barat, Kepala Cabang Yakesma Papua Barat dan Kepala Balai Guru Penggerak Papua Barat. FOTO: Panitia Pelaksana.PAPUADALAMBERITA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!