PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Dari data yang dimiliki, untuk penyaluran penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Fakfak tergolong kecil.
“Penyaluran UMi di Fakfak dibandingkan dengan penyaluran di Provinsi Papua Barat secara rata-rata tahunan mencapai 23 persen, sementara untuk KUR hanya 6 persen. Namun, jika dibandingkan secara nasional, penyaluran UMi di Fakfak hanya 0,0030 persen dan KUR 0,083 persen,” demikian disampaikan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Papua Barat, Purwadhi Adhi Putranto, dalam sambutannya pada acara pembukaan Bazar UMKM Kemenkeu Papua Barat yang berlangsung di gedung KONI Fakfak, Minggu (18/8/2024).
“Kami melihat hal itu secara serius. Sebagai Regional Chief Economist, kami merasa perlu mengintervensinya,” tegas Purwadhi Adhi Putranto dihadapan para pejabat yang hadir mengikuti pembukaan Bazar UMKM tersebut.
Sebagai informasi, hingga saat ini penyaluran UMi di Papua Barat baru melalui PT. Pegadaian, PT PNM, Koperasi Mitra Dhuafa, dan Koperasi UGT Sidogiri. Belum ada koperasi lokal Provinsi Papua Barat yang menjadi penyalur UMi, dan ini adalah hal penting yang perlu menjadi perhatian kita semua, tandas Adhi Putranto.
Menurutnya, untuk mengenjot penyaluran kredir, Perwakilan Kemenkeu Papua Barat melalui KPPN Fakfak, telah melakukan audiensi dan pendekatan kepada berbagai stakeholder strategis, yaitu Pemkab Fakfak, Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), 2 koperasi simpan pinjam lokal yang potensial untuk menyalurkan UMi.
Para Pejabat dan Tamu Undangan Yang Menghadiri Pembukaan Bazar UMKM Kemenkeu Papua Barat Yang Berlangsung di Gedung KONI Kabupaten Fakfak. Minggu (18/8/2024). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.
Kemudian lanjutnya,Perwakilan Kemenkeu Papua Barat mencoba menghadirkan BLU Pusat Investasi Pemerintah, yang merupakan salah satu BLU di Kementerian Keuangan, untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemberdayaan UMKM dan penyaluran UMi di KabupatenFakfak, yang prosesinya akan kita lihat bersama-sama dalam opening ceremony ini.
Dikatakannya, MoU yang akan ditandatangani secara garis besar berisi mengenai:
a./ Meningkatkan kapasitas dan kualitas koperasi lokal Fakfak dengan meningkatkan intensitas dan kualitas pendampingan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak yang bekerja sama dengan BLU PIP; dan
b./ Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM dengan pelatihan dan pemberdayaan berbasis komunitas melalui inkubator bisnis Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh Polinef yang bekerja sama dengan BLU PIP.
Sementara proses assessment terhadap 2 koperasi simpan pinjam lokal yang potensial untuk menyalurkan UMi akan terus berlanjut. “Kami berusaha dan berharap bahwa koperasi-koperasi yang saat ini sedang dijajaki dan di-assess oleh Tim BLU PIP dan KPPN Fakfak dapat benar-benar menjadi penyalur UMi di Kabupaten Fakfak,” ungkap Adhi Putranto.
Selanjutnya kata dia, melalui implementasi dari MoU yang telah ditandatangani, Perwakilan Kemenkeu Papua Barat berharap dan mengupayakan akan ada koperasi lain di Fakfak yang mampu dan mau menjadi penyalur UMi. Dengan semakin banyaknya saluran penyaluran, yang diyakini bahwa inklusi keuangan melalui pemberdayaan UMKM semakin luas, yang pada gilirannya dapat menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja bagi Masyarakat.
Dalam aksi Bazar UMKM Kemekeu Papua Barat yang berlangsung di gedung Koni Fakfak mengemas kepedulian lingkungan, dimana dalam kotak snak tidak ada air minum dalam kemasan sekali pakai. Sebagai penggantinya, panitai menyediakan galon air minum di beberapa titik dengan menyediakan paper glass untuk sekali pakai.(Enrico Letsoin)













