Papua Barat

Sekda Papua Barat: Evaluasi Kinerja dan Dukungan kepada Gubernur Terpilih

894
×

Sekda Papua Barat: Evaluasi Kinerja dan Dukungan kepada Gubernur Terpilih

Sebarkan artikel ini
Sekda Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere MTP, bersama pejabat esalon II di ruang kerjas Sekda Senin (24/2/2025). FOTO: BAGUS WICAKSONO.PAPUAKU.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Sekda Papua Barat Drs. Ali Baham Temongmere MTP menyampaikan bahwa selama 1 tahun, 3 bulan, dan 20 hari menjalankan tugas sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat, ia merasa ada kekurangan dalam pelaksanaan tugasnya.

“Sebagai manusia biasa, saya menyadari bahwa ada hal-hal yang kurang dalam tugas dan tanggung jawab kami. Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya di di Manokwari Senin (24/2/2025).

Meskipun demikian, Ia mengajak semua pihak untuk melakukan evaluasi bersama dan mendukung Gubernur serta Wakil Gubernur terpilih.

“Saya kira kita semua punya komitmen yang sama. Inilah tempat kita bekerja, tempat kita menghidupi diri kita, istri, dan anak-anak kita. Sebagai pegawai negeri, di sinilah juga kita akan meninggal sebagai pegawai negeri,” tambahnya.

Menurutnya, tugas ini bukan hanya pengabdian kepada negara, tetapi juga investasi bagi amal kebaikan.

“Hal-hal dasar yang harus kita pahami dengan baik. Hari ini adalah hari pertama saya melaksanakan tugas sebagai Sekda Provinsi Papua Barat,” jelasnya.

Ali Baham Temongmere menegaskan pentingnya pemahaman yang baik tentang struktur organisasi.

“Jika kita masuk ke organisasi, kita harus memulai dari struktur. Kita harus memahami organisasi dengan baik untuk mengetahui batasan kewenangan dan mekanisme kerja,” katanya.

Lebih lanjut, Ia meminta Asisten untuk menyiapkan peraturan gubernur dan struktur organisasi Sekda.

“Kita harus memahami struktur organisasi dengan baik, sehingga kita tahu posisi kita, apakah di level pimpinan atas, menengah, atau bawah,” ujarnya.

Sebagai Sekda, Ali Baham Temongmere bertugas mengkoordinasikan seluruh pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

“Pintu administrasi satu, yaitu Sekda, sebelum ke Gubernur dan Wakil Gubernur. Semua harus melalui Sekda,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antar asisten dan kepala biro di jajaran Sekda, serta dengan pimpinan OPD terkait tugas eksternal.

Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan bahwa pemahaman yang baik terhadap struktur organisasi sangat penting untuk keberhasilan visi dan misi pembangunan.

“Jika kita tidak memahami organisasi, visi dan misi pembangunan tidak akan berhasil,” tegasnya.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *