PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya dalam mengawal masuknya investasi strategis sekaligus memastikan hak-hak masyarakat adat terpenuhi. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Fakfak dalam pertemuan resmi bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh adat, dan tokoh agama setempat di gedung Winder Tuare, Jumat kemarin (22/05/2026).
Dalam forum pertemuan tersebut, Bupati Samaun Dahlan menyampaikan dua poin besar yang menjadi agenda penting daerah saat ini. Pertama, mengenai kelanjutan investasi proyek strategis nasional oleh bp Indonesia di Lapangan Ubadari wilayah petuanan Arguni, Distrik Arguni, Fakfak – Papua Barat.
”Kita harus memiliki semangat bersama menyambut kegiatan besar ini. Berdasarkan surat dari bp Indonesia per tanggal 15 Mei 2026, kegiatan untuk Lapangan Ubadari akan mulai berjalan pada tanggal 25 Mei besok,” ujar Bupati di hadapan para undangan, unsur Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRK yang habidr, Sekda Sulaeman Uswanas , serta Ketua Dewan Adat Mbaham Matta dan para Raja.
Pertemuan Strategis Yang Dipimpin Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Bersama Forkopimda, Ketua DPRK Fakfak, Para Tokoh Masyarakat Guna Membahas Rencana Kegiatan Investasi Migas di Wilayah Kabupaten Fakfak Pada Jumat 22 Mei 2026, Minggu (24/05/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Poin kedua kata Bupati Samaun Dahlan, yang menjadi sorotan utama adalah tindak lanjut nyata dari aspirasi keluarga besar masyarakat Petuanan Arguni terkait program pemulihan ekonomi dan infrastruktur kampung.
Bupati menegaskan bahwa tuntutan masyarakat petuanan Arguni telah diakomodasi melalui program kemitraan bersama bp Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp2 miliar. Program-program tersebut menyasar kebutuhan riil di berbagai kampung, antara lain: untuk Arguni Sewa daya dan pengadaan fasilitas freezer 26 unit senilai Rp200 juta, Kampung Taver Freezer 26 Unit kurang lebih Rp200 juta
Sedangkan untuk Kampung Andamata : pengadaan pompa air tenaga surya 1 unit, Bak penampung air kurang lebih Rp200 juta, Kampung Fior : pembangunan talud penahan air laut dan bak air Rp200 juta, Kampung Furir: Bantuan jaring ikan 100 buat Rp200 jut.
Dan Kampung Goras: Pembangunan talud penahan air laut sepanjang 100 meter senilai Rp400 juta dan lampu penata jalan Darembang: penata jalan dan pembangunan jalan akses kuburan senilai Rp200 juta.
Dan Kampung Otoweri: Pembangunan bak air dan talud penahan air laut sepanjang 250 meter senilai Rp200 juta, Kampung Wamosan : Pembangunan jalan dalam kampung sepanjang 100 meter senilai Rp200 juta.
Bupati menyatakan bahwa seluruh rincian program dan anggaran ini telah melalui proses pembahasan yang matang serta mendapatkan lampu hijau. ”Apa yang diminta dan disepakati antara bp Indonesia dan Petuanan Arguni ini sudah disepakati bersama Bapak Raja dan telah disetujui. Totalnya mencapai 2 miliar rupiah,” pungkas Bupati menutup arahannya.
Melalui kesepakatan ini, Pemkab Fakfak berharap investasi di Lapangan Ubadari dapat berjalan kondusif, sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang instan dan berkelanjutan bagi masyarakat di Kabupaten Fakfak.(Enrico)













