PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI– Kontingen Provinsi Lampung menargetkan raihan medali emas di seluruh cabang lomba yang diikuti pada ajang Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat.
Optimisme tersebut disampaikan Ketua Kontingen Sesi A Provinsi Lampung, Erwin Debi, saat ditemui wartawan di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Jumat (19/6/2026).
Erwin mengatakan, kontingen Lampung yang diberangkatkan ke Pesparawi Nasional berjumlah 70 orang. Pada kedatangan sesi A, sebanyak 27 peserta telah tiba di Manokwari untuk mengikuti rangkaian kegiatan dan perlombaan.

“Kami dari Provinsi Lampung terdiri dari 70 orang peserta. Untuk sesi A yang datang saat ini berjumlah 27 orang peserta,” ujar Erwin.
Saat ditanya mengenai cabang lomba yang diikuti, Erwin menjelaskan bahwa Lampung mengikuti enam tangkai lomba yang seluruhnya dipersiapkan untuk meraih prestasi terbaik.
“Kami mengikuti enam tangkai lomba, yaitu Solo Anak usia 7 sampai 11 tahun, Solo Anak usia 11 sampai 15 tahun, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, Vokal Grup, dan Paduan Suara Dewasa Campuran,” katanya.
Erwin mengakui keenam cabang tersebut menjadi andalan Kontingen Lampung dalam upaya meraih prestasi di tingkat nasional.
“Iya, benar. Keenam tangkai lomba itu kami persiapkan dengan baik dan menjadi harapan kami untuk meraih hasil maksimal,” ujarnya.
Mengenai target yang dibawa ke Manokwari, Erwin menegaskan bahwa Lampung membidik medali emas di seluruh kategori yang diikuti sekaligus berupaya menembus Grand Prix Pesparawi Nasional.
“Target kami tentu menang dan memperoleh medali emas. Selain itu, kami juga ingin menuju Grand Prix,” kata Erwin.
Namun demikian, menurut dia, keikutsertaan Lampung tidak semata-mata mengejar prestasi dan penghargaan. Lebih dari itu, Pesparawi menjadi sarana pelayanan dan pemuliaan nama Tuhan melalui puji-pujian yang dibawakan para peserta.
“Harapan kami, melalui puji-pujian yang kami persembahkan, nama Tuhan semakin dimuliakan. Di sisi lain, kami juga ingin membawa nama harum Provinsi Lampung di tingkat nasional,” tuturnya.(rustam madubun)













