PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pembangunan jalur alternatif dari pusat Kota Fakfak menuju Bandara Siboru terus menunjukkan tren positif. Proyek pembangunan jalan ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh menjadi hanya 45 menit ini.
Ditargetkan pada akhir tahun 2026, proyek pembangunan jalan ini mampu membuka jalan sepanjang 4 kilometer dengan pengaspalan sepanjang 500 meter pada Desember 2026 mendatang.
Proyek infrastruktur masif ini dibiayai melalui alokasi APBN 2026 dengan anggaran awal sebesar Rp30 Miliar, dari total estimasi kebutuhan anggaran yang diprediksi mencapai Rp200 Miliar.
Realisasi proyek ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Eksekusinya ditangani langsung oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat – Papua Barat Daya, melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Fakfak.
Secara keseluruhan, jalan alternatif ini didesain memiliki panjang antara 26,15 Km hingga 26,6 Km dengan lebar perkerasan jalan mencapai 6,5 meter. Untuk mendukung kelancaran megaproyek ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak juga terus mengawal penyelesaian pembebasan lahan bersama para pemilik hak ulayat, serta memastikan seluruh prosesnya patuh terhadap regulasi kehutanan.
Kepala Satker PJN Wilayah III Fakfak, Dalen Ompusunggu, mengungkapkan bahwa kontrak proyek telah ditandatangani sejak pertengahan Desember 2025. Untuk tahun anggaran 2026, fokus utama adalah membuka akses jalan setidaknya sepanjang 4 Km.
“Dengan alokasi dana yang tersedia di tahun anggaran 2026 senilai Rp30 Miliar, pembangunan jalan Fakfak–Siboru difokuskan untuk membangun jalan tersebut sepanjang kurang lebih 4 Km dengan kondisi urukan pilihan,” ujar Dalen saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/06/2026).
Menariknya, progres di lapangan berjalan cukup impresif. Dari target pembukaan jalan 4 Km di akhir tahun, saat ini realisasi fisik di lapangan sudah berhasil menyentuh angka 3,75 Km (3.750 meter).
Menurutnya, demi mengejar sisa target pembukaan jalan dan rencana pengaspalan sepanjang 500 meter, Satker PJN III Fakfak bergerak cepat dengan menginstruksikan pihak kontraktor untuk menambah armada kerja di lapangan.
“Kami telah meminta pihak kontraktor untuk segera menambah unit alat berat agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai target di akhir tahun 2026 ini,” tegas Dalen.
Dalen menambahkan, pembangunan jalur ini menjadi prioritas utama karena dampak efisiensinya yang luar biasa bagi mobilitas masyarakat. Kehadiran jalan alternatif ini diharapkan dapat menjadi urat nadi baru yang membuat akses transportasi menuju Bandara Siboru menjadi jauh lebih representatif, cepat, dan nyaman.(Enrico)













