PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Akses publik yang menghubungkan kawasan vital di Kabupaten Fakfak lumpuh total akibat tumpukan sampah yang meluber hingga menutup seluruh badan Jalan Kadamber Wagom Utara, Distrik Pariwari – Fakfak. Ironisnya, kelumpuhan ini dipicu oleh rusaknya tiga alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yakni Bulldozer, Excavator, dan Wheel Loader yang digunakan untuk menggeser sampah, hingga kini dibiarkan tanpa penanganan cepat dari dinas terkait.
Akibat pembiaran kerusakan alat berat ini, aktivitas warga Fakfak pada Kamis (25/06/2026) pagi, yang melewati jalan Kadamber melalui TPA dan hendak menuju kampus Politeknik, Kantor Pemda Fakfak, hingga wilayah Torea dan Dulanpokpok maupun sebaliknya terhenti total. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintasi jalur tersebut.
Sikap apatis dari otoritas kebersihan ini memicu kemarahan para pengguna jalan. Mereka secara terbuka mengecam dan menyebut Bidang Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR2KP) Fakfak tidak becus dan gagal total dalam mengelola persoalan sampah.
”Ini fasilitas umum, akses ke kampus dan kantor pemda. Bagaimana bisa urusan sampah sampai menutup jalan utama seperti ini? Dinas terkait benar-benar tidak becus kerja!” kesal salah satu pengguna jalan yang tertahan di lokasi TPA.
Mobil Dump Truck Pengangkut Sampah Membuang Sampah di Atas Jalan Yang Mengakibatkan Arus Lalu Lintas di Jalan Kadamber Tak Dapat Dilewati. Kamis (25/06/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.
Kondisi di lapangan kian diperparah oleh lambatnya birokrasi di internal Dinas PUPR2KP Fakfak. Bonarto, salah satu tenaga kebersihan di TPA Jalan Kadamber, membeberkan bahwa kerusakan ketiga alat berat tersebut sebenarnya sudah dilaporkan oleh pengawas TPA ke Bidang Kebersihan dan Pertamanan. Namun, respons yang diterima justru sangat mengecewakan.
”Katanya pengawas kebersihan TPA sudah laporkan, namun Bidang Kebersihan dan Pertamanan juga masih menunggu petunjuk dari antua (pimpinan) di kantor atas,” ungkap Bonarto memberikan kesaksian.
Akibat hilangnya fungsi alat berat tersebut, kiriman sampah warga Fakfak yang masuk ke TPA sejak pagi hari terpaksa dibuang begitu saja hingga meluap ke badan jalan. Masyarakat dan pengguna jalan mendesak agar Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas PUPR2KP Fakfak segera mengambil langkah konkret dan berhenti berlindung di balik alasan birokrasi.
Warga dan pengguna jalan yang ditemui di TPA jalan Kadamber kepada media ini, menuntut aksi nyata hari ini juga agar arus lalu lintas kembali normal dan hak publik tidak terus dikorbankan.(Enrico)













