Papua Barat

Munas LPPN Bahas Evaluasi Strategis dan Penguatan Tata Kelola Pesparawi Nasional

325
×

Munas LPPN Bahas Evaluasi Strategis dan Penguatan Tata Kelola Pesparawi Nasional

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. (tengah), didampingi Asisten III Setda Provinsi Papua Barat, Wakil Ketua I DPR Papua Barat, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, menabuh tifa sebagai tanda dibukanya MunasLPPN Tahun 2026 di Hotel Aston Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Jeane Marie Tulung, membuka Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) yang digelar di Aston Manokwari Hotel, Kamis (25/6/2026).

Munas tersebut dihadiri peserta LPPN dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dari 38 provinsi di Indonesia.

Hadir pula Asisten III Pemerintah Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, serta Wakil Ketua I DPR Papua Barat, Petrus Makbon.

Dalam sambutannya, Jeane Marie Tulung menegaskan pentingnya Munas sebagai forum strategis untuk mengevaluasi program kerja LPPN, memperkuat konsolidasi organisasi, dan merumuskan langkah-langkah inovatif dalam pembinaan umat Kristen di Indonesia.

Menurutnya, LPPN memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat pendidikan keagamaan, serta mendorong implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat.

Selain menjadi forum evaluasi, Munas juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara LPPN dan LPPD dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Pesparawi di seluruh daerah.

Dalam kesempatan itu, pengurus LPPN menekankan perlunya transformasi tata kelola organisasi.

LPPN dan LPPD didorong menerapkan prinsip good governance serta mengubah paradigma kelembagaan dari sekadar penyelenggara kegiatan menjadi lembaga pembina yang berorientasi pada hasil dan dampak jangka panjang bagi umat.

“Kami berharap Munas ini dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar menyentuh kebutuhan nyata umat, terutama dalam kaitannya dengan perluasan efektivitas edukasi keimanan dan kerohanian umat Kristen melalui wadah Pesparawi,” ujarnya.

LPPN juga menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola organisasi yang profesional, mandiri, akuntabel, dan inovatif guna mendukung pengembangan seni budaya keagamaan Kristen secara lebih luas.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *