PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Tim paduan suara wanita (PSW) Papua pada ajang Pesparawi XIV Tahun 2026 menyatakan puas atas penampilan mereka, meski mengakui terdapat sejumlah kendala selama persiapan. Hal itu disampaikan pelatih tim, Budi Suasanto Yohanes, di sela kegiatan di Auditorium Rektorat Universitas Papua, Amban, Manokwari, Jumat (26/6/2026).
Budi menuturkan, penampilan yang ditunjukkan para peserta sudah mencapai kondisi terbaik sesuai proses latihan yang dijalani. Ia menegaskan, tim tetap bersyukur atas hasil tersebut dan siap menerima keputusan dewan juri apa pun nantinya.
“Kami merasa puas karena apa yang ditampilkan sudah maksimal dari hasil latihan selama ini. Memang ada beberapa kendala, tetapi itu adalah yang terbaik yang bisa kami persembahkan. Apa pun hasilnya, kami akan menerimanya dengan senang hati,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga menyinggung suasana emosional tim yang sempat mengangkat foto mendiang pelatih sebelumnya, Agustinus Bambang Gusana, yang meninggal dunia pada 16 Juni 2026. Ia mengaku baru ditunjuk sebagai pelatih pengganti pada 11 Juni 2026 untuk melanjutkan tugas almarhum yang juga merupakan sahabatnya.
“Ini menjadi tantangan berat, terutama secara mental dan emosional karena kami sangat kehilangan sosok beliau yang banyak memberikan pembinaan,” katanya.
PSW Papua membawakan tiga repertoar dalam penampilan mereka, yakni Nyanyikanlah Nyanyian Baru Bagi Tuhan, Pujilah Tuhan sebagai lagu wajib, serta Jubilate Deo karya komposer Hungaria, Levente Gyöngyösi. Karya terakhir disebut memiliki tingkat kesulitan tinggi karena melibatkan sinkronisasi dengan dua biola, satu konga, dan satu tamborin.
Adapun para pemain instrumen pendukung terdiri dari Celi dan Saviera (biola), Andriano Alvin (konga), serta Ino (tamborin).
Budi menjelaskan, persiapan tim secara efektif berlangsung sekitar tujuh bulan dengan intensitas latihan yang meningkat menjelang kompetisi. Meski demikian, ia menegaskan tim tidak ingin larut dalam euforia berlebihan.
“Kami sadar di atas langit masih ada langit. Apa pun hasilnya nanti, kami siap menerima dengan lapang dada,” ujarnya.
Pesparawi XIV 2026 menjadi salah satu ajang bergengsi bagi paduan suara gerejawi di Indonesia yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus memperkuat pembinaan musik liturgi.(rustam madubun)













