PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari menggelar kegiatan sosial berupa makan bersama 1.000 buah durian gratis kepada peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Sabtu (27/6/2026) sore.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Rektorat Universitas Papua ini digelar sebagai bentuk ungkapan syukur atas suksesnya seluruh rangkaian pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari.
Ketua PSMTI Papua Barat, Alexander Iriandi, mengatakan pembagian durian tersebut merupakan wujud kebersamaan dan sukacita dalam momentum penutupan kegiatan nasional yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, durian yang dibagikan juga merupakan bagian dari hasil serapan panitia dari masyarakat lokal, yang sebelumnya dibeli dengan harga pasar sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi warga.
“Ini bukan sekadar berbagi, tetapi juga bentuk syukur dan kebersamaan atas suksesnya Pesparawi di Manokwari,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh peserta, panitia, serta masyarakat yang hadir. Suasana kebersamaan tampak hangat ketika durian dibagikan dan dinikmati bersama di lokasi kegiatan.

Alexander menambahkan, momen Pesparawi Nasional XIV di Manokwari menjadi ruang persaudaraan yang mempertemukan banyak daerah di Indonesia. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga.
“Ini momentum yang sangat berharga. Kapan lagi kita bisa berkumpul seperti ini,” tutupnya.
Acara makan durian gratis tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP yang juga Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., para Asisten Setda Papua Barat, pimpinan OPD, serta seluruh kontingen Pesparawi Nasional XIV.
Suasana semakin meriah dengan adanya pesta kembang api yang mewarnai langit di kawasan Rektorat Universitas Papua.
Dentuman dan cahaya kembang api membuat suasana sore semakin semarak, sementara hampir seluruh kontingen mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel mereka sebagai kenangan.(rustam madubun)













