Papua Barat

Haji Ali Baham Temongmere Ajak Peserta Pesparawi XIV Junjung Kebersamaan Lewat Filosofi “Manusia Saling Bermanfaat”

409
×

Haji Ali Baham Temongmere Ajak Peserta Pesparawi XIV Junjung Kebersamaan Lewat Filosofi “Manusia Saling Bermanfaat”

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs Haji Ali Baham Temongmere, M.TP memberikan sambutan dalam kegiatan Pesparawi Nasional XIV di halaman Rektorat Universitas Papua, Amban, Manokwari, Sabtu (27/6/2026) sore. FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUA DALAM BERITA

 

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (27/6/2026) sore, yang dirangkaikan dengan aksi sosial pembagian 1.000 durian gratis kepada peserta.

Kegiatan makan bersama tersebut merupakan sumbangan dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, yang dibagikan di halaman Rektorat Universitas Papua, Amban, Manokwari.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Papua Barat yang juga Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV 2026, Drs Haji Ali Baham Temongmere, M.TP menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan dan nilai kemanusiaan dalam keberagaman.

Ia menekankan filosofi “Si Tou Timou Tumou Tou” yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya, sebagai nilai yang relevan dalam memperkuat solidaritas antardaerah.

“Manusia yang satu harus bermanfaat bagi manusia yang lain,” ujar Ali Baham dalam sambutannya di hadapan peserta Pesparawi dari berbagai provinsi.

Ia menyebut filosofi tersebut sebagai warisan nilai yang memperkuat persaudaraan dan sejalan dengan semangat kebangsaan. Ia juga mengaitkannya dengan semangat kebersamaan di Manokwari yang dikenal sebagai “Kota Injil”, yang menjadi tuan rumah pertemuan rohani berskala nasional tersebut.

“Satu untuk semua dan semua untuk satu,” tambahnya menegaskan pentingnya kerja sama lintas daerah dan latar belakang.

Ali Baham juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia mengajak peserta untuk tetap menikmati kebersamaan meski terdapat sejumlah kekurangan teknis.

“Walaupun ada kurang-kurangnya, tajam-tajam sedikit… tetapi ibarat durian, itu kita tinggalkan. Mari kita buka durian ini dan nikmati dengan senyuman,” ucapnya dengan analogi yang disambut hangat peserta.

Acara yang berlangsung meriah tersebut ditutup dengan ajakan bernyanyi bersama melantunkan “Sol Mi Do” sebagai simbol persatuan, sebelum resmi diakhiri dalam suasana penuh keakraban antar peserta Pesparawi Nasional XIV.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *