Papua Barat

Target Konstruksi 2027, Pupuk Kaltim Mulai Survei Lapangan di Distrik Tomage

417
×

Target Konstruksi 2027, Pupuk Kaltim Mulai Survei Lapangan di Distrik Tomage

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., Usai Memimpin Rapat Bersama PT. Pupuk Kaltim. Senin (06/07/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mengawal percepatan investasi besar yang masuk ke wilayahnya. Untuk mengawal proyek strategis ini di Fakfak maka Senin sore (06/07/2026, Bupati Samaun Dahlan, S.Sos., M.SP., memimpin rapat koordinasi bersama lebih dari 20 perwakilan dan konsultan dari pihak perusahaan, yang berlangsung di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati Fakfak.

Usai memimpin rapat tersebut, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, dihadapan awak media mengungkapkan bahwa PT Pupuk Kaltim (PKT) kini bersiap masuk ke Kabupaten Fakfak setelah nantinya merampungkan survei lapangan awal yang akan dilaksanakan di beberapa titik strategis di Distrik Tomage, tepatnya di Kampung Tomage, oweri dan Wamusan.

Samaun Dahlan menjelaskan ada empat agenda utama yang menjadi fokus pergerakan Pupuk Kaltim dalam waktu dekat. ​”Pertama, mereka meminta kelanjutan kajian secara mendalam selama tiga bulan ke depan, termasuk survei lapangan baik dari jalur laut maupun darat untuk persiapan pembangunan pelabuhan, pabrik, kantor, dan fasilitas pendukung lainnya. Penjajakan lapangan bersama konsultan sudah mulai berjalan bulan ini,” ujar Bupati Samaun.

​Selain kesiapan infrastruktur, poin kedua dan ketiga yang menjadi perhatian adalah program pemberdayaan masyarakat di sektor perkebunan dan pertanian, serta program vokasi pendidikan. Untuk tahun ini, program afirmasi pendidikan telah menyepakati perekrutan 25 anak negeri (lokal) untuk mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi.

​Menyikapi kekhawatiran serbuan tenaga kerja dari luar Papua, Bupati Samaun Dahlan menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pencari kerja lokal asli Fakfak. Pemkab Fakfak telah menyiapkan skema khusus dalam sistem perekrutan tenaga kerja konstruksi maupun operasional ke depan.

​Bupati meminta agar PKT wajib mengambil data tenaga kerja langsung melalui satu pintu, yaitu Pemerintah Daerah. ​”Saya tegaskan, jika suatu saat pabrik membutuhkan 200 tenaga kerja, Pemerintah Daerah yang akan mengirimkan 500 nama untuk diseleksi. Jika dari seleksi tersebut baru terpenuhi 100 orang, kita akan kirim lagi 500 nama tambahan sampai kuota lokal itu terpenuhi,” tegas Bupati.

​Langkah ini diambil sebagai bentuk benteng proteksi dini agar kehadiran investasi skala besar di Fakfak benar-benar berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran daerah, bukan justru dinikmati oleh tenaga kerja luar yang datang mendadak ke Fakfak.

Saat ditanya mengenai dinamika rekrutmen dengan wilayah tetangga seperti Kabupaten dan Teluk Bintuni, Bupati menjelaskan bahwa prioritas utama tetap untuk masyarakat Fakfak, walau tidak menutup mata pada hubungan kerja sama antar wilayah.

​Selain proyek pabrik pupuk, Bupati Samaun juga memaparkan sejumlah agenda strategis lain yang dikejar Pemkab Fakfak sepanjang bulan Juli 2026 ini.  ​Di antaranya adalah persiapan pemasangan instalasi jacket (anjungan) di Blok Kubadari yang dijadwalkan mulai minggu depan (di atas tanggal 10 Juli), serta kelanjutan proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk investasi kelapa sawit di Distrik Tomage.

​Bupati berharap seluruh proses administrasi, terutama yang berkaitan dengan pembebasan lahan dan perizinan, dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2026. ​”Kita harus kejar semua urusan administrasi lahan dan lainnya tuntas di tahun 2026 ini. Sehingga pada tahun 2027, kegiatan konstruksi sudah bisa dimulai dan proses produksi bisa segera berjalan,” tutupnya. (Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *