Papua Barat

Rupiah Menginspirasi, Generasi Berprestasi, Digitalisasi Mengakselerasi

522
×

Rupiah Menginspirasi, Generasi Berprestasi, Digitalisasi Mengakselerasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani bersama perwakilan Bank Indonesia, Wakil Bupati Manokwari dan unsur Pimpinan Daerah (Forkopimda) menabuh tifa sebagai tanda resmi dibukanya Festival Rupiah dan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Bumi Kasuari (First Kasuari) Tahun 2026 di Atrium Manokwari City Mall, Manokwari, Jumat (10/7/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua Barat menggelar Festival Rupiah dan Sistem Pembayaran Digital di Bumi Kasuari (FIRST Kasuari) 2026 di Atrium Manokwari City Mall, 10–12 Juli 2026.

Festival bertema “Rupiah Menginspirasi, Generasi Berprestasi, Digitalisasi Mengakselerasi” itu menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, meningkatkan literasi sistem pembayaran digital, sekaligus menjadi rangkaian menuju Festival Rupiah Bank Indonesia (FERBI) 2026.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat. Acara tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, pemerintah daerah, perbankan, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat mengatakan FIRST Kasuari merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memperluas literasi masyarakat mengenai Rupiah dan sistem pembayaran digital melalui pendekatan yang lebih interaktif, kolaboratif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurut dia, kegiatan tersebut sejalan dengan strategi nasional edukasi CBP Rupiah tahun 2026 melalui pendekatan Amplifikasi, Transformasi, dan Kolaborasi (ATLAS). Melalui strategi itu, BI berharap edukasi mengenai Rupiah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat mengapresiasi penyelenggaraan FIRST Kasuari sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Ia mengatakan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah dan sistem pembayaran digital menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan literasi keuangan dan digital.

Selama tiga hari penyelenggaraan, FIRST Kasuari menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari Championship Duta Muda CBP Rupiah, Championship Duta Guru CBP Rupiah, lomba mewarnai, lomba dongeng, talkshow, pameran edukasi Rupiah dan sistem pembayaran digital, layanan penukaran uang Rupiah, aktivasi QRIS, edukasi Perlindungan Konsumen (PeKA), hingga permainan edukatif bagi masyarakat.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah talkshow bertajuk “Ketika Papua Menjadi Wajah Rupiah Indonesia” yang menghadirkan pegawai Bank Indonesia yang menjadi ilustrasi penari Tifa pada uang Rupiah pecahan Rp1.000 bersama Duta Muda CBP Rupiah Nasional asal Papua Barat.

Selain itu, digelar pula talkshow “Prestasi Hari Ini, Kesejahteraan Esok Hari” yang menghadirkan tokoh muda Papua dan perwakilan Bank Indonesia untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan diri, literasi keuangan, serta pemanfaatan sistem pembayaran digital secara bijak.

Melalui festival tersebut, Bank Indonesia juga memilih Duta Muda dan Duta Guru CBP Rupiah Provinsi Papua Barat. Para pemenang diharapkan menjadi agen edukasi yang menyebarluaskan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, maupun media sosial.

Bank Indonesia berharap penyelenggaraan FIRST Kasuari 2026 dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, memperluas penggunaan sistem pembayaran digital yang aman dan bertanggung jawab, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif di Papua Barat.(rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *