PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI– Pemerintah Provinsi Papua Barat melepas dua calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Jakarta.
Pelepasan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan Otonomi Khusus (Otsus) Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, Albert O. Marinim, mewakili Gubernur Papua Barat, dalam apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Senin (13/7/2026).
Dua pelajar yang akan mewakili Papua Barat pada Paskibraka tingkat nasional yakni Marco Marcel Kurei, siswa SMK Kehutanan Negeri Manokwari, dan Hasna Iriani Rumbiak, siswi SMK Negeri 1 Manokwari.
Marco Marcel Kurei lahir pada 16 Mei 2010. Ia merupakan putra dari Habel Z. Kurei dan Densemina Mayosep.
Sementara Hasna Iriani Rumbiak lahir pada 3 September 2009, putri dari Korneles Rumbiak dan Vitri Ruhupatty.
Dalam kesempatan tersebut, Albert menyampaikan apresiasi kepada kedua pelajar yang berhasil lolos seleksi hingga tingkat nasional.
Ia berharap keduanya mampu menjaga kesehatan, disiplin, serta membawa nama baik Papua Barat selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta.
Marco mengaku tidak menyangka dapat terpilih menjadi wakil Papua Barat di tingkat nasional.
“Awalnya saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi Paskibraka tingkat nasional mewakili Papua Barat. Setelah dinyatakan lolos, saya sangat senang dan bangga karena bisa membawa nama Papua Barat,” ujar Marco.
Ia mengatakan rombongan dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada Selasa (14/7/2026).
Hasna juga mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan tersebut.
“Saya sangat senang karena bisa terpilih di tingkat nasional. Sebenarnya saya juga tidak menyangka bisa sampai di tahap ini,” katanya.
Menurut Hasna, proses seleksi calon Paskibraka tingkat nasional meliputi tes minat dan bakat, pemeriksaan kesehatan, wawancara, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta psikotes.
Marco merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan berasal dari Kabupaten Waropen. Sementara Hasna adalah anak tunggal yang berasal dari Biak.
Keduanya berharap dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan baik serta memberikan hasil terbaik sebagai perwakilan Papua Barat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.(rustam madubun)













