Papua Barat

Video Terakhir Sang Pembawa Kabar, Yanto, Sioo Kk, Semoga Ditemukan  Tuhan Lindungi

1932
×

Video Terakhir Sang Pembawa Kabar, Yanto, Sioo Kk, Semoga Ditemukan  Tuhan Lindungi

Sebarkan artikel ini
Yanto Indorway mengenakan topi merah saat melakukan perjalanan wisata menuju kawasan Pegunungan Arfak (Pegaf). Foto ini merupakan cuplikan dari video yang diunggah korban di media sosial sebelum dilaporkan hanyut di kawasan Air Terjun Memti. FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO/FACEBOOK YANTO

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI- “Hey Guys…”

Sapaan itu terdengar begitu akrab. Seperti biasa, penuh semangat, ringan, dan mengajak siapa saja untuk ikut menikmati perjalanan.

Tidak ada yang menyangka, kalimat pembuka itu kelak menjadi rekaman yang diputar berulang-ulang oleh banyak orang, bukan lagi sekadar vlog perjalanan, melainkan jejak seorang pembawa berita.

Baca Juga: Presenter TVRI Papua Barat Hanyut di Air Terjun Memti, SAR Lakukan Pencarian

Yanto Indorway, presenter TVRI Papua Barat, dikenal sebagai sosok yang mencintai perjalanan. Kamera bukan hanya menjadi teman kerjanya di studio, tetapi juga sahabatnya saat menyusuri pelosok Papua.

Baginya, setiap jalan adalah cerita dan setiap sudut alam adalah panggung yang layak dikenalkan kepada dunia.

Video berdurasi 1 menit 15 detik itu diunggah melalui akun media sosial pribadinya.

perjalanan menuju Pegaf. Sungai tersebut menjadi lokasi persinggahan sebelum korban dilaporkan hanyut di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak. FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO/FACEBOOK YANTO

Hingga berita ini ditulis, tayangan tersebut telah memperoleh 134 tanda suka, 28 komentar, 7 kali dibagikan, dan telah ditonton lebih dari 4.700 kali.

Angka-angka yang terus bertambah, seiring semakin banyak orang datang untuk melihat kembali perjalanan yang kini terasa begitu berbeda.

Dalam video itu, Yanto tampil mengenakan topi merah dan jaket parasut hitam. Di belakangnya mengalir sungai yang jernih, diapit pepohonan hijau khas Pegunungan Arfak.

Dua rekannya tampak berdiri menikmati suasana. Tidak ada kegelisahan. Tidak ada firasat. Yang ada hanyalah tawa dan keinginan menikmati alam.

Dengan suara khas seorang presenter, ia mulai bercerita.

“Tong datang ke sini, kita ada di Pegaf. Mendadak ke Pegaf… perjalanan kali ini adalah perjalanan yang mendadak. Tujuan awalnya hanya pergi mandi di kali, tiba-tiba berubah menuju Pegunungan Arfak.”

Narasi itu mengalir sebagaimana air sungai yang menjadi latar videonya.

Ia berkisah tentang perjalanan spontan bersama dua adiknya, Ronald dan Avantar. Perjalanan yang, katanya, hanya untuk menjawab rasa penasaran mereka terhadap dinginnya udara Pegaf.

Sesekali Yanto bertanya sambil tersenyum.

“Bagaimana… puas?”

Lalu ia sendiri menjawab sambil tertawa.

“Kalau belum puas, balik kita naik lagi.”

Kalimat sederhana. Mungkin hanya candaan biasa. Namun hari ini, ketika video itu kembali diputar, kata-kata tersebut terdengar berbeda.

Menjadi pengingat bahwa hidup sering kali tidak memberi tahu di mana sebuah perjalanan akan berakhir.

Setelah menikmati udara pegunungan, mereka memutuskan kembali. Sebelum pulang, sesuai rencana awal, mereka singgah di sebuah kali.

“Tela puas melakukan perjalanan, waktunya untuk kita kembali. Tapi sebelumnya kita mampir ke kali sebagaimana tujuan awal kita. Kita akan pergi mandi di kali.”

Tak lama setelah momen itulah, kabar duka datang.

Sabtu siang, 18 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIT, Yanto dilaporkan terpeleset saat menyeberangi aliran sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Derasnya arus menyeret tubuhnya. Dua rekannya berusaha menolong dan melakukan pencarian, namun hingga malam tiba, Yanto belum ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari menerima laporan pada pukul 20.30 WIT dan segera mengirimkan tim penyelamat menuju lokasi. Di tengah perjalanan malam yang panjang, harapan ikut dibawa bersama lampu-lampu kendaraan dan doa-doa keluarga yang terus dipanjatkan.

Kini, video yang awalnya dibuat untuk mengajak orang mencintai Papua berubah menjadi ruang kerinduan.

Di kolom komentar, tidak sedikit yang meninggalkan doa. Ada yang berharap keajaiban masih berpihak. Ada yang terus meminta agar Yanto segera ditemukan.

Dian Manumbalang menulis Semoga Abang cepat ditemukan

Yopi Melanesia menulis: Sioo Kk, Semoga ditemukan  Tuhan Lindungi , dan Tuhan jaga

Sedangkan Krey Litha memberikan suport : Siooo ade  semoga segera ditemukan.. Tuhan Yesus jaga Yanto dimanapun

Ehbby Rumere Mambrasar menulis singkat:  Kak cepat plng (pulang).

Ironisnya, video itu ditutup dengan kalimat yang selama ini menjadi penutup khas seorang pembawa acara.

“Thank you for watching. God bless you and bye.”Kata Yano diakhir vlognya..

“Terima kasih telah menyaksikan. Tuhan memberkati, dan sampai jumpa.”

Tak ada yang pernah mengira, ucapan “sampai jumpa” itu justru menjadi kalimat yang paling menggetarkan hati.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memudahkan seluruh proses pencarian yang dilakukan Tim SAR dan semua unsur yang terlibat.

Semoga Yanto Indorway segera ditemukan, dan kiranya mukjizat Tuhan menyertainya sehingga ia dapat ditemukan dalam keadaan selamat dan hidup.

Papua masih menantikan senyumnya, keluarganya masih menanti kepulangannya, dan banyak orang masih berharap kisah perjalanan ini belum menjadi akhir.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *