Papua Barat

Bupati Fakfak Targetkan Tiga Investasi Besar Mulai Beroperasi 2027, Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

495
×

Bupati Fakfak Targetkan Tiga Investasi Besar Mulai Beroperasi 2027, Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Saat Pembukaan Musda I Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak. Senin (20/07/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak di bawah kepemimpinan Bupati Fakfak Samaun Dahlan , S.Sos., M.AP., bersama Wakil Bupati Drs.  Donatus Nimbitkendik, M.T., tengah gencar mendatangkan investasi skala besar ke wilayah Fakfak. Tiga sektor utama yang menjadi motor penggerak ekonomi baru tersebut meliputi sektor minyak dan gas (migas), industri pupuk, dan perkebunan kelapa sawit.

​Ketika membuka Musda I Kerukunan Masyarakat Kei pada Sabtu (18/07/2026) yang dihadiri Wakil Bupati Fakfak Drs. Donatus Nimbitkendik, MT., Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, Ketua Dewan Adat Mabaham Matta, dan para Ketua Kerukunan yang ada di Fakfak,  Bupati Samaun Dahlan mengimbau seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah untuk segera berbenah.

Pemerintah daerahmenurutnya,  berkomitmen penuh agar gelombang investasi ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan menjadi peluang emas yang dinikmati langsung oleh masyarakat lokal.

​Bupati memaparkan progres signifikan dari tiga sektor investasi yang sedang berjalan di kABUPATEN Fakfak, yakni :

a./ Sektor Migas di Arguni: Proses konstruksi proyek ini telah dimulai dan ditargetkan masuk dalam fase produksi pada pertengahan tahun 2027. Dengan berproduksinya proyek tersebut maka dipastikan Fakfak akan menjadi daerah penghasil Migas di 2028 dan menyumbangkan DBH bagi daerah.

Proyek ini dipastikan membutuhkan banyak tenaga kerja tersertifikasi. Sebagai langkah awal, Pemkab telah mengirimkan 25 pemuda ke Cebu untuk mengikuti pelatihan khusus, dan direncanakan 50 orang lagi akan menyusul pada tahap berikutnya.

Wakil Bupati Fakfak Drs. Donatus Nimbitkendik, M.T., Bersama Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., dan Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., Ketika Menghadiri Musda I Kerukunan Masyarakat Kei Pada Sabtu Kemarin (18/07/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

b./ Pupuk Kaltim: Investasi ini secara resmi telah masuk ke Fakfak. Saat ini pihak perusahaan sedang merampungkan proses perencanaan detail terkait administrasi dan lahan. Targetnya, pada tahun 2027 proses konstruksi pabrik sudah harus berjalan sepenuhnya.

c./ Perkebunan Kelapa Sawit: Investasi baru asal Korea Selatan ini diproyeksikan menyerap sekitar 2.800 karyawan dengan standar pendapatan yang tinggi, di mana posisi terendah diestimasi menerima gaji paling sedikit Rp6 juta.

​Mengantisipasi lonjakan kebutuhan tenaga kerja, Bupati Fakfak menegaskan telah membangun komitmen kuat dengan pihak investor. Pemkab Fakfak menerapkan strategi kurasi ketat untuk memastikan ruang kerja tidak diisi oleh pekerja dari luar daerah.

​”Komitmen saya dengan pihak investasi jelas. Jika perusahaan membutuhkan 500 tenaga kerja, pemerintah yang akan menyiapkan kuotanya secara berlebih untuk proses seleksi. Jika dari 500 yang dikirim hanya 200 yang lolos, kami akan kirim lagi 500 orang, begitu seterusnya hingga kuota terpenuhi. Kita tidak ingin ruang ini terbuka bebas bagi orang luar yang berbondong-bondong datang ke sini,” tegas Bupati.

​Menutup arahannya saat membuka Musda I Kerukunan Masyarakat Kei, Bupati Samaun Dahlan, meminta pengurus kerukunaan dan seluruh masyarakat untuk mulai memetakan dan menyiapkan keterampilan anak-anak muda Fakfak mulai tahun depan. Kesiapan sertifikasi dan keahlian profesi, mulai dari tenaga pengamanan (satpam), tenaga konsumsi/boga, sopir, hingga tenaga teknis  menjadi kunci utama agar masyarakat lokal mampu bersaing.

​”Sekarang waktunya kita untuk berpikir bersama, bagaimana memajukan Fakfak ke depan. Investasi sudah di depan mata, sekarang tinggal bagaimana kita menyiapkan diri. Jangan sampai orang lain yang menikmati hasilnya, sementara kita hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegas Samaun Dahlan dihadapan ratusan warga Kei yang menghadiri Musda I KMK tersebut. (Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *