Papua Barat

Tinjau Air Besar dan Kali Mati, Pemkab Fakfak Siapkan Langkah Taktis Penanganan Air Bersih

650
×

Tinjau Air Besar dan Kali Mati, Pemkab Fakfak Siapkan Langkah Taktis Penanganan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Didampingi Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik dan Forkopimda Saat Meninjau Kondisi Debit Air Kali Mati. Rabu (05/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak bergerak cepat merespon keluhan masyarakat terkait gangguan dan kekurangan pasokan air bersih di sejumlah wilayah.

Langkah cepat ini diambil usai digelarnya rapat koordinasi bersama instansi terkait di Lantai 3 Kantor Bupati Fakfak yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lapangan.

​Peninjauan yang dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, bersama Kapolres AKBP Naim Ishak dan  Komandan Lantamal serta PDAM serta beberapa Kepala OPD  tersebut menyasar dua titik utama pasokan air, yakni kawasan Air Besar dan Kali Mati.

Bupati Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak dan Komandan Lantal Fakfak Serta Beberapa Kepala OPD Meninjau Lokasi Air Besar. Rabu (05/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

Menurut Bupati Fakfak Samaun Dahlan kepada sejumlah awak media, ​dari hasil pengecekan di lokasi Air Besar, ditemukan bahwa kendala utama pasokan air bukanlah berkurangnya sumber daya air, melainkan penurunan debit air pada daerah tangkapan yang masuk ke pipa distribusi.

Sebagai langkah penanganan cepat, pemerintah menyepakati pembuatan embung penampungan.

​”Sebenarnya sumber airnya ada, hanya saja tangkapan yang masuk ke dalam pipa kurang pas. Solusinya kita akan buat embung agar aliran air bisa terkumpul dan masuk secara optimal ke pipa,” ujar Samaun Dahlan, kepada awak media di Kali Mati, Rabu (05/08

/2026).

​Pekerjaan pembuatan embung ini akan dilaksanakan secara gotong royong melibatkan lintas unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat yang dijadwalkan mulai berjalan efektif.

​Sementara itu, hasil peninjauan di lokasi Kali Mati menunjukkan debit dan aliran air masih dalam kondisi sangat baik dan memadai, di mana pengisian satu tangki air hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit.

Oleh karena itu lanjut Buoati, penanganan di Kali Mati akan difokuskan pada optimalisasi dan perbaikan manajemen pengelolaannya.

​Guna meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung selama masa penanganan teknis ini, Pemkab Fakfak melalui BPBD bekerjasama dengan PDAM, Kepolisian, dan TNI mengoperasikan layanan pendistribusian air bersih secara gratis, ujar Samaun Dahlan.

​Layanan air bersih gratis ini kata dia, disalurkan secara bergilir menggunakan armada tangki ke titik-titik pemukiman warga di berbagai distrik secara teratur.

Pemerintah berharap rangkaian tindakan taktis ini dapat segera mengatasi krisis air bersih dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Fakfak secara berkelanjutan, tutup Samaun Dahlan.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *