Papua Barat

Polda Papua Barat Gandeng BMKG, Basarnas, dan Dinas Kehutanan Edukasi Masyarakat Hadapi Dampak El Niño

394
×

Polda Papua Barat Gandeng BMKG, Basarnas, dan Dinas Kehutanan Edukasi Masyarakat Hadapi Dampak El Niño

Sebarkan artikel ini
FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

MANOKWARI, KOMPAS.com – Polda Papua Barat menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Basarnas, serta Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat dalam Podcast Humas Polda Papua Barat bertema “Siaga El Niño: Menghadapi Ancaman Kekeringan dan Risiko Lingkungan di Papua Barat”, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi dampak fenomena El Niño, mulai dari meningkatnya risiko kekeringan hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mendorong kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

Podcast menghadirkan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Papua Barat Sony Hartono, Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabarudin, serta Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Jimmy W. Susanto sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Sony Hartono mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak El Niño dengan menjaga kesehatan, menggunakan air secara bijak, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG maupun Podcast Humas Polda Papua Barat sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Jimmy W. Susanto mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim kemarau, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.

Menurut dia, praktik tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang dapat merusak ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat, serta mengancam keselamatan warga.

Jimmy juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di kawasan hutan yang berisiko menimbulkan api dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabarudin menegaskan bahwa kebakaran hutan tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat memicu kondisi kedaruratan yang memerlukan operasi pencarian dan pertolongan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi Kantor SAR Manokwari apabila terjadi keadaan darurat, mengingat seluruh layanan pencarian dan pertolongan Basarnas diberikan tanpa dipungut biaya.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Triyadi Kuncahyo mengatakan podcast tersebut merupakan bagian dari strategi edukasi kepolisian melalui media digital dengan menghadirkan narasumber dari instansi yang memiliki kompetensi di bidang kebencanaan dan lingkungan.

“Melalui Podcast Humas Polda Papua Barat, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa menghadapi El Niño bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,’’ kata Triyadi.

‘’Dengan memahami potensi risikonya dan mengikuti imbauan dari instansi terkait, diharapkan kita dapat meminimalkan dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat,” sambungnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua Barat berharap sinergi antara Polri, BMKG, Basarnas, Dinas Kehutanan, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi dampak El Niño.

Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga risiko bencana selama musim kemarau dapat diminimalkan serta kelestarian lingkungan di Papua Barat tetap terjaga.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *