Papua Barat

Mahasiswa Baru Manokwari Diajak Cerdas Kelola Uang

353
×

Mahasiswa Baru Manokwari Diajak Cerdas Kelola Uang

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI  – Memasuki kehidupan perkuliahan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mulai belajar mandiri, termasuk dalam mengelola keuangan.

Kecakapan finansial dinilai penting bagi mahasiswa dari berbagai bidang studi agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi produktif.

Semangat itu diusung Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Sulawesi, Maluku, dan Papua melalui kegiatan LPS FinLab 2026 bertema ”Kelola Uang, Ciptakan Peluang”. Kegiatan tersebut digelar di Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat, Jumat (28/8/2026).

Dalam kegiatan itu, mahasiswa diperkenalkan dengan praktik dasar pengelolaan keuangan, antara lain pentingnya menabung secara aman di bank serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman daring, investasi, maupun produk keuangan lain yang tidak jelas legalitasnya.

Pemahaman mengenai kanal resmi untuk melaporkan aktivitas keuangan ilegal dan penipuan, seperti Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), juga menjadi bagian dari edukasi.

Selain literasi keuangan, LPS FinLab 2026 mendorong mahasiswa untuk melihat potensi daerah sebagai sumber peluang usaha.

Pemilik usaha C’ozy Corner yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut berbagi pengalaman membangun usaha setelah menyelesaikan pendidikan bidang hospitality di luar negeri.

Alih-alih menetap di luar daerah, ia memilih kembali ke kota kelahirannya dan mengembangkan berbagai peluang lokal melalui sponsorship, bazar, katering, hingga layanan daring.

Ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami perbedaan antara omzet, keuntungan, dan uang pribadi dalam menjalankan usaha. Menurut dia, memulai usaha tidak harus menunggu memiliki modal besar.

Kegagalan dalam merintis usaha, lanjutnya, dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi dan mengembangkan usaha.

Melalui LPS FinLab 2026, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga mampu melihat peluang di sekitarnya dan mengambil langkah produktif sejak dini.(rls/rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *