Papua Barat

Sinergi TEP Unpad dan Pemkab Fakfak, Dorong Pertanian Terpadu di Bomberay -Tomage

316
×

Sinergi TEP Unpad dan Pemkab Fakfak, Dorong Pertanian Terpadu di Bomberay -Tomage

Sebarkan artikel ini
TEP UNPAD - Pemkab Fakfak
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad) melalui Klaster Agrokompleks menggelar Focus Group Discussion (FGD) gabungan di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage. Rabu (02/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – TDr. Ir. Iwang Gumilar, Papua Barat. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kreasi Batalyon TP 808 Mbaham Matta, Distrik Tomage, pada Rabu (2/9/2026).

Diskusi terpumpun tersebut mempertemukan akademisi Unpad, instansi teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Dinas Pariwisata Kabupaten Fakfak, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Serubur Kementerian Pertanian, serta para ketua kelompok tani dan tokoh masyarakat setempat. FGD ini bertujuan menyelaraskan empat gagasan besar pengembangan kawasan secara terpadu.

Program strategis yang diusung meliputi:

  • Transformasi Ekonomi Hijau: Pemanfaatan lahan rawa marginal melalui integrasi singkong dan sapi potong berkonsep kemitraan.
  • Akselerasi Pangan & Pakan: Pengembangan komoditas berbasis jagung bernilai ekonomis tinggi.
  • Teknologi Mina Padi: Penerapan sistem Jajar Legowo dan optimasi Azolla pinnata di Danau Bomberay.
  • Pariwisata Berbasis Lokal: Pengembangan ekosistem pariwisata yang mengangkat kearifan lokal.

Ketua Tim TEP 8 Unpad, Dr. Ir. Iwang Gumilar, M.Si., menegaskan bahwa ruang dialog ini dirancang sebagai wadah belajar bersama dan saling melengkapi, bukan sekadar sosialisasi satu arah.

Tim Ekspedisi Patriot UNPAD di Distrik Bomberay dan Tomage. Rabu (02/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

“Kami hadir di Bomberay–Tomage bukan untuk menggurui. TEP Unpad datang untuk saling mengisi. Bapak-Ibu petani adalah pihak yang paling paham karakter tanah dan dinamika iklim di sini, sementara kami membawa metodologi serta sentuhan teknologi. Sinergi pengetahuan lokal dan akademis inilah yang menciptakan solusi membumi,” ujar Dr. Iwang.

Dalam dialog tersebut, para perwakilan kelompok tani menyampaikan sejumlah kendala produktivitas, terutama sulitnya mengakses stok pupuk subsidi, kondisi saluran irigasi yang belum tertata, serta keterbatasan sarana dan prasarana (sapras) pertanian modern.

Menanggapi hal itu, Koordinator BPP Serubur, Benyamin Unwakoli, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa penyuluh terus memperjuangkan penataan alokasi dan distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Fakfak sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 6 Tahun 2026.

Benyamin juga berharap keaktifan Koperasi Desa Merah Putih di kawasan transmigrasi dapat memperkuat rantai pasok, mempermudah akses sarana produksi, dan menjamin keadilan distribusi pupuk hingga tingkat tapak.

Sebagai solusi konkrit, inovasi agrokompleks Unpad hadir mendukung langkah pemerintah dan penyuluh. Pemanfaatan Azolla pinnata pada sistem Mina Padi diarahkan sebagai penyedia nitrogen alami untuk menekan ketergantungan pupuk kimia. Selain itu, integrasi limbah ternak sapi dan tanaman singkong difokuskan untuk mendorong kemandirian pupuk organik di skala kawasan.(rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *