PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Kampung Saharey, Kabupaten Fakfak, aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 03 Weri-Saharey turut hadir mendampingi petani dalam kegiatan panen cabai di lahan milik Pak Dahlan, Rabu (02/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 03 kepada masyarakat untuk melihat secara langsung kondisi pertanian, potensi komoditas, serta berbagai tantangan yang dihadapi petani di wilayah transmigrasi.
Andi Ince Muh. Taufan, anggota TEP 03 UNHAS, mengatakan pendampingan petani merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian Transmigrasi dalam mendorong pengembangan wilayah transmigrasi melalui penguatan potensi pertanian dan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Transmigrasi dalam pengembangan wilayah transmigrasi. Kami hadir untuk mendampingi masyarakat dan melihat langsung potensi serta tantangan yang dihadapi petani di lapangan,” ujar Andi.
Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen TEP 03 bersama Dinas Pertanian dan Ketahaan Pangan Kabupaten Fakfak dalam melakukan pendampingan kepada petani.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi penting agar pendampingan yang dilakukan dapat berjalan secara berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 03 Dampingi Petani Kampung Saharey Panen Cabai. Senin (07/09/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
“Pendampingan ini juga merupakan bentuk komitmen kami bersama Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak untuk mendampingi para petani. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Pertanian terhadap kegiatan ini. Dengan kolaborasi seperti ini, kami berharap pendampingan kepada masyarakat dapat memberikan manfaat yang nyata,” katanya.
Lebih lanjut menurut Andi, kondisi kemarau panjang menjadi salah satu tantangan bagi petani. Namun, kegiatan panen cabai yang tetap berlangsung menunjukkan bahwa potensi pertanian Kampung Saharey masih dapat dikembangkan dengan pengelolaan dan pendampingan yang tepat.
Sementara itu, Pak Dahlan, petani Kampung Saharey, menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot. Menurutnya, keberadaan TEP 03 memberikan motivasi tambahan bagi masyarakat karena tim membawa pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian.
“Dengan hadirnya Tim Ekspedisi Patriot, kami merasa lebih termotivasi. Mereka membawa ilmu yang bisa kami pelajari dan terapkan untuk membantu engembangkan pertanian di sini,” tutur Dahlan.
Andi berharap kegiatan pendampingan yang dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah daerah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengembangan kawasan transmigrasi yang lebih produktif dan mandiri.
“Harapannya, melalui kegiatan sederhana seperti pendampingan panen dan kegiatan pertanian lainnya, kita bisa ikut menjawab harapan Bapak Iftitah selaku Menteri Transmigrasi, agar pengembangan kawasan transmigrasi benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Di tengah tantangan kemarau, panen cabai di lahan Pak Dahlan menjadi gambaran bahwa semangat bertani masyarakat Saharey tetap tumbuh. Kolaborasi antara TEP 03, Dinas Pertanian, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat untuk mengembangkan potensi pertanian serta ekonomi masyarakat di wilayah transmigrasi.(rls)













