PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kelompok 6 Tim Ekspedisi (TEP) Universitas Airlangga memberikan edukasi mitigasi bencana gempa bumi sekaligus melakukan pemetaan titik kumpul dan jalur evakuasi di SMPN 7 Prafi, Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Sistem Mitigasi Bencana dan Perlindungan Infrastruktur di Wilayah Prafi Manokwari” tersebut dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026).
Sosialisasi dan pelatihan tanggap darurat gempa bumi diberikan kepada siswa dan guru SMPN 7 Prafi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah, terhadap potensi bencana geologis.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manokwari 2025, Distrik Prafi memiliki jumlah penduduk sebanyak 19.351 jiwa. Kawasan Satuan Permukiman 4 (SP4) Kampung Udapi Hilir juga berkembang sebagai kawasan transmigrasi sekaligus pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat.
Hasil identifikasi dan analisis wilayah yang dilakukan Kelompok 6 TEP Universitas Airlangga menunjukkan bahwa kawasan SP4 Prafi memiliki potensi bencana gempa bumi.
Dalam catatan sejarah yang menjadi dasar identifikasi tim, kawasan SP4 pernah mengalami gempa bumi dengan kekuatan sekitar 7 skala Richter (SR) pada 2010.
Potensi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena kondisi fisik bangunan serta kepanikan saat terjadi gempa dapat meningkatkan risiko korban, terutama di area publik dan lingkungan sekolah.
Ketua Tim 6 TEP Universitas Airlangga sekaligus dosen Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Dr. Neffrety Nilamsari, S.Sos., M.Kes., menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam sosialisasi, siswa dan guru mendapatkan materi mengenai struktur bumi, penyebab terjadinya gempa bumi, serta langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.
Tim juga membagikan buku saku panduan tanggap darurat yang dilengkapi ilustrasi untuk membantu peserta memahami prosedur keselamatan.
Para siswa kemudian mengikuti peragaan tindakan penyelamatan saat berada di dalam kelas. Mereka diajarkan prinsip Drop, Cover, Hold On atau berlutut, berlindung, dan bertahan ketika terjadi guncangan.
Selain itu, peserta dilatih melakukan evakuasi menuju titik kumpul atau assembly point dengan menerapkan aturan BBMK, yakni tidak berlari, tidak berisik, tidak mendorong, dan tidak kembali terburu-buru ke dalam bangunan.
Melalui simulasi tersebut, warga sekolah diharapkan tidak hanya memahami teori mitigasi bencana, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk bertindak secara cepat dan tenang ketika gempa terjadi.
Selain edukasi, Kelompok 6 TEP Universitas Airlangga melakukan pemetaan spasial untuk mengidentifikasi titik kumpul dan jalur evakuasi di kawasan SP4 Udapi Hilir.
Pemetaan dilakukan menggunakan sistem informasi geografis atau Geographic Information System (GIS) dengan bantuan perangkat lunak ArcMap.
Hasil pemetaan tersebut dituangkan dalam Peta Sebaran Titik Kumpul dan Jalur Evakuasi sebagai dasar penataan kawasan yang lebih aman terhadap risiko bencana.
Tim juga merencanakan pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi di lingkungan sekolah dan kawasan kampung. Langkah tersebut diharapkan dapat melengkapi edukasi kebencanaan dengan dukungan teknis yang dapat digunakan warga ketika terjadi kondisi darurat.
Adapun luaran kegiatan meliputi pembagian buku saku kesiapsiagaan bencana kepada siswa dan pihak sekolah, peningkatan pemahaman mengenai prosedur evakuasi, serta tersusunnya peta titik kumpul dan jalur evakuasi berbasis analisis GIS.
Program tersebut dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Selain itu, program tersebut juga mendukung SDGs tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim dan tujuan ke-15 mengenai ekosistem daratan.
Kelompok 6 TEP Universitas Airlangga berharap kegiatan edukasi dan pemetaan tersebut dapat memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan SMPN 7 Prafi serta masyarakat Kampung Udapi Hilir.(muhammad nur hakim)













