PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mulai memperkuat strategi investasi melalui pemutakhiran data potensi daerah.
Kegiatan tersebut dibuka Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., di Vitta Niu Hotel, Manokwari, Selasa (22/9/2026).
Agenda ini mencakup pemutakhiran data Potensi Investasi Regional (PIR), penyusunan RUPMD, serta peta potensi investasi provinsi.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat informasi investasi yang akurat dan mudah diakses calon investor.
Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si. mengatakan data yang akurat menjadi fondasi penting dalam pengembangan investasi daerah.
Menurutnya, potensi investasi Papua Barat perlu dipetakan dan disajikan melalui sistem yang transparan serta mudah diakses.
Sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi antara lain kakao Ransiki, pala Fakfak, perikanan, migas Bintuni, dan pariwisata.
Pemutakhiran data diharapkan dapat memperjelas peluang investasi yang tersedia di setiap wilayah.
Pemerintah Provinsi Papua Barat juga mendorong investasi yang memberi ruang kepada masyarakat lokal sebagai pelaku ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, penyediaan dokumen investasi, serta penguatan promosi berbasis digital.
Gubernur menekankan pentingnya perlindungan hak dasar Orang Asli Papua (OAP) dan kelestarian lingkungan.
Investasi diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutakhiran data PIR untuk membangun basis data investasi yang valid dan siap digunakan.
Selanjutnya, pada 23 September 2026 dilaksanakan diseminasi background study RUPMD 2025–2045.
Agenda berikutnya pada 24 September 2026 adalah diseminasi pra-Investment Project Ready to Offer (IPRO) Pantai Petrus Kafiar Amban, Manokwari.
Proyek tersebut disiapkan sebagai salah satu peluang investasi sektor pariwisata di Papua Barat.
Dominggus meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dalam menyiapkan agenda investasi Papua Barat.
Ia menegaskan pentingnya menghindari ego sektoral agar data, perencanaan, dan proyek investasi dapat disiapkan secara matang.
Menurutnya, investasi harus mampu mendorong hilirisasi ekonomi lokal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut kemudian resmi dibuka dengan pemukulan tifa sebanyak lima kali.(rustam madubun)













