Papua Barat

Kasus Karhutla Masif, Kapolres Fakfak Minta Kepala Kampung Gencarkan Imbauan Peringatan ​

203
×

Kasus Karhutla Masif, Kapolres Fakfak Minta Kepala Kampung Gencarkan Imbauan Peringatan ​

Sebarkan artikel ini
Kapolres Fakfak
Kapolres Fakfak AKBP. Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., Ketika Menghadiri Pertemuan Bupati Fakfak Dengan Warga Distrik Bomberay dan Tomage. Selasa (22/09/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAM.BERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA COM. ​FAKFAK – Kepolisian Resor (Polres) Fakfak memberikan perhatian khusus terhadap maraknya kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Distrik Tomage dan Bomberay.

​Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Fakfak, AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., saat mendampingi Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, meninjau lokasi penanganan karhutla dan tatap muka dengan warga di Kantor Distrik Tomage, Selasa (22/09/2026).

​AKBP Naim Ishak mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu dua bulan masa jabatannya, laporan mengenai Karhutla di kedua distrik tersebut mendominasi dan terjadi secara masif.

Menurutnya, sebagian besar pemicu kebakaran bermula dari kebiasaan warga yang membakar sampah rumah tangga tanpa memperhitungkan kondisi cuaca dan hembusan angin kencang.

​”Kami sangat mengharapkan agar masyarakat untuk sementara waktu tidak membakar sampah. Api yang awalnya kecil, dalam kondisi angin seperti saat ini, sangat mudah menjalar dan memicu kebakaran besar,” ujar Kapolres di hadapan jajaran Pemda, TNI, tokoh masyarakat, dan para Kepala Kampung.

Terkait upaya penegakan hukum dan pemeriksaan warga yang sempat dilakukan kepolisian dalam peristiwa sebelumnya, Kapolres menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan bahwa langkah tersebut murni diambil untuk mengusut penyebab kebakaran serta mencegah kejadian berulang.

​Untuk menekan potensi kebakaran baru, Kapolres meminta jajaran Kepala Kampung di Distrik Tomage dan Bomberay menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan larangan membakar sampah.

Dia menyarankan agar masyarakat memanfaatkan program pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

​Dalam penanganan Karhutla di lapangan, Polres Fakfak mengakui adanya tantangan geografis. Pengiriman armada water cannon dari pusat kota Fakfak dinilai memakan waktu dan terkendala bobot kendaraan di medan yang berat.

​Oleh karena itu, AKBP Naim Ishak mengapresiasi tinggi kolaborasi lintas sektor yang telah terbentuk di lapangan, khususnya dukungan personel dan kendaraan operasional dari Batalion TP Mbaham Matta, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta jajaran pemerintah distrik.

​”Kami hadir di dua distrik ini untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah. Mudah-mudahan dengan sinergi antara Pemda, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, kita dapat menanggulangi situasi Karhutla ini dengan baik,” pungkasnya.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *