PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., mendorong keberlanjutan program Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) agar hasil kajian, pendampingan, dan rekomendasi program dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah masa penugasan tim berakhir.
Harapan tersebut disampaikan Bupati usai menyaksikan pemaparan hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot di Kantor Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Rabu (22/09/2026).
Forum tersebut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta kelanjutan pembangunan di kawasan transmigrasi Bomberay-Tomage.
“Selaku Bupati Kabupaten Fakfak, saya sangat mengapresiasi tim Patriot yang hadir kurang lebih dua bulan ini, tetapi hasil kerjanya sangat luar biasa. Harapan saya, program ini tetap berkelanjutan,” ujar Samaun.
Bupati berharap masyarakat, kepala kampung, kepala distrik, hingga pimpinan perangkat daerah bersinergi mempelajari pengetahuan yang dibawa tim, khususnya untuk diterapkan di Bomberay dan Tomage.
Dia juga berharap Kementerian Transmigrasi dapat melanjutkan program pendampingan ini hingga lima tahun ke depan guna membawa perubahan signifikan bagi Kabupaten Fakfak.
Turut hadir dalam forum tersebut Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak Lud Masrur Kamudi, S.I.P., M.Si., pimpinan perangkat daerah terkait, Kapolres Fakfak, Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, unsur TNI dan Batalyon 808, para kepala distrik dan kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Tim Ekspedisi Patriot Unpad.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Forkopimda, Para Kepala OPD Bersama Tim Ekspedisi Patriot UNPAD di Distrik Tomage. Rabu (23/09/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA COM.
Pemaparan 5 Rumpun Program Tim Ekspedisi Patriot
Dalam kesempatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot memaparkan hasil kerja yang mencakup lima rumpun fokus utama:
1/ Listrik, Air, dan Energi: Tim memetakan jaringan irigasi di Bomberay dan menemukan dua titik kerusakan pada saluran primer. Bersama Puskesmas Bomberay, tim memetakan kualitas air tanah, merancang model pengolahan air berbahan lokal, serta menyiapkan model energi terbarukan berbasis surya.
2./ Agrokompleks: Di Tomage, tim membuat demplot singkong, penanaman jagung, pengembangan padi mina, serta pengendalian hama. Sementara di Bomberay, tim mengadakan edukasi peternak, pemberian obat cacing untuk livestock, pembangunan kandang percontohan, pemasangan jaringan pipa, serta memproduksi batch pertama pupuk organik cair/probiotik yang kini tengah diuji laboratorium.
3./ Kesehatan: Menanggapi masalah stunting, tim melatih 25 keterampilan dasar kader posyandu di Bomberay serta menggelar praktik langsung bagi kader posyandu di Kampung Wamar, Tomage, pada 16–17 September.
4./ UMKM: Tim mengadakan workshop literasi digital dan pemasaran bagi 30 peserta dari 11 desa, mendampingi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, serta merancang website potensi kampung.
5./ Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata: Tim menyusun modul ajar tradisi lokal Fakfak, merevitalisasi perpustakaan, memfasilitasi sekolah bermain, serta membangun Zona Selamat Sekolah di Kampung Mekarsari. Di sektor pariwisata, tim memetakan potensi daerah dan mengajukan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat distrik.
Respon dan Tindak Lanjut Pemkab Fakfak
Menanggapi pemaparan tersebut, Bupati Samaun Dahlan menginstruksikan agar Tim Ekspedisi Patriot diundang kembali ke Kota Fakfak untuk mempresentasikan hasil kerja secara komprehensif di depan seluruh pimpinan perangkat daerah.
Bupati juga menyampaikan sejumlah langkah konkrit daerah:
1./ Sektor Pertanian & Peternakan: Mempertemukan tim dengan rumpun ekonomi daerah (Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Lingkungan Hidup), serta meminta tim merumuskan formula pakan ayam terjangkau untuk menekan biaya peternak lokal.
2./ Sektor Air & Pupuk: Menjelaskan kerja sama Pemkab Fakfak dengan ITB untuk pemeriksaan titik sumur bor secara bertahap, serta mengoordinasikan kebutuhan pupuk ke pemerintah pusat.
3.) Sektor UMKM & Pariwisata: Mengusulkan kegiatan gabungan dua hari bersama dinas teknis dan pelaku usaha, serta mendorong filosofi lokal Satu Tungkup Tiga Batu agar dikembangkan menjadi materi pendidikan daerah.
Sementara itu, Plt. Kadisnaker Transmigrasi Fakfak, Lud Masrur Kamudi, menegaskan bahwa riset tim akan dijadikan bahan rekomendasi kebijakan Pemkab Fakfak.
Dia juga meminta pendampingan kelembagaan tidak hanya menyasar warga transmigran, tetapi juga masyarakat lokal di sekitarnya.
Program KAPASITA-BT dan Pelatihan Kelembagaan
Menjawab tantangan keberlanjutan tersebut, Tim 13 Ekspedisi Patriot Unpad yang diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., menyiapkan program lanjutan bernama KAPASITA-BT (Kapabilitas Sosial Transmigrasi Adaptif Bomberay-Tomage).
Sebagai langkah awal, Tim 13 akan menggelar workshop “Peningkatan Kapasitas Manajemen Kelembagaan, Keuangan, dan Pemasaran Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage” pada Minggu, 27 September 2026, pukul 08.00 WIT di Aula SMK Negeri 2 Fakfak, dengan menghadirkan Guru Besar Manajemen Pemasaran Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D.
Melalui program ini, tim menargetkan penguatan 2–3 kelompok inti warga, pendampingan usaha olahan sagu percontohan, serta mengharapkan dukungan penuh Pemkab Fakfak dalam menjembatani warga dengan dinas teknis, penyuluh, dan mitra pasca-penugasan tim.(rls)













