PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI–Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melepas 210 peserta Ziarah Keagamaan Provinsi Papua Barat 2026 di Manokwari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Dominggus mengatakan, program ziarah lintas agama merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menjaga kebersamaan masyarakat.
“Ini adalah wujud dari upaya pemerintah menjaga toleransi, kerukunan, kebersamaan, serta persatuan dan kesatuan di antara semua suku, agama, ras, dan adat budaya di Papua Barat,” kata Dominggus.
Menurut dia, ziarah ke tempat-tempat suci bukan sekadar perjalanan ke lokasi yang memiliki nilai sejarah keagamaan. Kegiatan itu juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk melakukan refleksi diri, memperdalam penghayatan iman, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalani kehidupan.

Dominggus berpesan kepada para peserta untuk menjaga kesehatan, disiplin, dan mengikuti arahan panitia serta pendamping selama perjalanan.
“Jagalah nama baik Provinsi Papua Barat. Tunjukkanlah sikap santun, disiplin, toleransi, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.
Program ziarah lintas agama ini, kata Dominggus, telah dirintis sejak periode pertamanya memimpin Papua Barat. Program tersebut mencakup fasilitasi perjalanan keagamaan bagi umat dari berbagai agama.
Pada 2026, peserta diberangkatkan dari tujuh kabupaten di Papua Barat. Mereka terdiri atas peserta umrah ke Mekkah 88 peserta, ziarah umat Kristiani ke Yerusalem, 91 peserta serta ziarah umat Hindu ke India 15 peserta, dan umat Buddha ke China 15 peserta.
Dominggus berharap seluruh peserta mendapat perlindungan, kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga kembali ke Papua Barat.(rls)













