PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Fakfak tak hanya memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, tetapi juga memicu krisis air bersih bagi warga setempat yang telah mencapai kurang lebih memasuki 4 bulan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengerahkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Fakfak untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat pada Selasa (6/10/2026).
Tak sekadar memberi instruksi, orang nomor satu di Kabupaten Fakfak yang akrab disapa SD (Samaun Dahlan) juga turun langsung membagikan air bersih dan meninjau pasokan air di beberapa titik di Kota Pala.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib hadir secara langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga, khususnya di wilayah yang paling terdampak kekeringan.
“Seperti yang kita ketahui, kesulitan air bersih benar-benar terjadi di Kabupaten Fakfak. Untuk itu, pemerintah harus turun tangan membantu masyarakat,” ujar Bupati di sela-sela penyaluran air bersih.
Susanan Penyaluran Air Bersih Kepada Warga di Pasar Dulan Pokpok, Distrik Pariwari. Nampak Bupati Samaun Dahlan Ikut Menyalurkan Air Bersih Untuk Warga Setempat. Selasa (06/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Guna memastikan bantuan merata, distribusi air bersih akan dilakukan setiap hari selama satu minggu dengan melibatkan OPD secara bergiliran. Penanganan ini nantinya dievaluasi secara berkala untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Pada tahap awal kata Bupati Samaun Dahlan, penyaluran difokuskan di Distrik Pariwari agar distribusi lebih terarah. Bantuan air tersebut selanjutnya disalurkan ke tiap kelurahan melalui koordinasi pihak distrik.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Pemkab Fakfak memanfaatkan beberapa sumber air, seperti Kali Air Besar dan Ubadari. Kendaraan pick up dikerahkan mengambil air dari Nemewikaria, sedangkan armada berkapasitas besar mengambil pasokan dari Air Besar.
Penyaluran air ini juga menjangkau wilayah lain, seperti : Distrik Kokas, Kayauni, dan Kramamongga yang dilayani armada dari BPBD dan Satpol PP.
Sementara untuk Distrik Fakfak Barat, dilayani armada pendukung dari pihak pemerintah distrik. Dan untuk Distrik Tomage dan Bomberay: Memanfaatkan 7 titik sumur bor hasil kerja sama dengan Kodim setempat.
Ke depannya lanjut Bupati, Pemkab Fakfak berencana melibatkan instansi vertikal seperti TNI dan Polri guna memperluas jangkauan distribusi.
Selain penanganan darurat, pemkab menyiapkan langkah jangka panjang melalui percepatan pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah strategis memanfaatkan peralatan pengeboran dari Kodim.
“Kita harus berpikir cepat karena tidak tahu kondisi ini berlangsung berapa lama. Langkah tanggap ini wajib dilakukan agar masyarakat tidak sampai kehabisan air bersih,” tegas Bupati.(Enrico)













