PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI — Pemerintah Provinsi Papua Barat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar melalui Pameran Dagang Lokal 2026 yang menampilkan beragam produk unggulan daerah.
Kegiatan yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat di Atrium Manokwari City Mall, Manokwari, Jumat (9/10/2026), itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Papua Barat pada 12 Oktober 2026.
Gubernur Papua Barat Drs, Dominggus Mandacan, M.Si mengatakan, pameran dagang lokal tidak sekadar menjadi tempat memajang dan menjual produk. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara kreativitas pelaku usaha, potensi produksi daerah, investasi, dan kemitraan ekonomi.
Gubernur PApua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.SI saat melihat salah satu boot di lokasi pameran. FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM
Produk lokal Papua Barat, menurut dia, memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan kekayaan alam, seni, dan budaya masyarakat. Karena itu, pengembangan produk perlu diikuti peningkatan kualitas, penguatan identitas produk, serta perluasan akses pemasaran.
Beragam produk unggulan ditampilkan dalam pameran tersebut. Produk yang dipamerkan antara lain bunga khas Pegunungan Arfak, tas noken, batik lokal, seni ukir, dan anyaman. Selain kerajinan, terdapat pula produk olahan dan bahan herbal khas Papua Barat, seperti buah merah, kayu akway, rumput kebar, serta sirup buah bakau dari Teluk Bintuni.
Keberagaman produk tersebut menunjukkan potensi usaha yang dapat dikembangkan dari sumber daya lokal.
Tantangannya adalah memastikan produk mampu memenuhi kebutuhan konsumen, memiliki kemasan yang menarik, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui fasilitasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan akses pasar.
Upaya yang didorong meliputi pelatihan peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan dan merek (branding), serta pemanfaatan pemasaran digital.
Pemerintah daerah juga mengembangkan pendataan UMKM melalui program Papua Barat Produktif sebagai bagian dari upaya penyaluran bantuan modal dan peralatan usaha.
Pendataan tersebut diharapkan membantu pemerintah menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan pelaku usaha.
Dominggus juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya daerah melalui penggunaan produk khas Papua.

Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan noken dan mahkota khas Papua dalam kegiatan tertentu, termasuk melalui imbauan penggunaannya pada Kamis dan Jumat.
Dukungan terhadap UMKM juga perlu diperkuat melalui sinergi pemerintah, perbankan, dan dunia usaha.
Pameran diharapkan tidak berhenti pada transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi berlanjut menjadi kesempatan membangun jaringan distribusi, kemitraan, dan pesanan dari pasar yang lebih luas.
Melalui Pameran Dagang Lokal 2026, pemerintah berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan produk, bertukar pengalaman, dan memperkuat daya saing usaha.
Pengembangan UMKM berbasis potensi daerah diharapkan dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi ekonomi lokal bagi Papua Barat.(rustam madubun)













