Papua Barat

Libatkan 7 Kampung di Fakfak, Tim Unpad Dorong Pengolahan Kompos dan Penguatan BUMKam

221
×

Libatkan 7 Kampung di Fakfak, Tim Unpad Dorong Pengolahan Kompos dan Penguatan BUMKam

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Sebanyak 90 peserta dari tujuh kampung di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengikuti Workshop Kolaborasi Agrokompleks yang digelar Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 5 pada 6–7 Oktober 2026.

Kegiatan ini berfokus pada pengolahan kompos berbahan organik lokal dan penguatan kelembagaan masyarakat untuk mendukung pengembangan ekonomi kampung.

Workshop yang berlangsung di Balai Kampung Onim Jaya tersebut menggabungkan praktik pengolahan bahan organik menjadi kompos dengan pemetaan kebutuhan pengembangan kelembagaan, termasuk Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam).

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari tahapan pembuatan kompos sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan pupuk di tingkat lokal.

Pada hari kedua, peserta juga menerima buku saku berisi panduan pembuatan kompos, probiotik, dan silase agar materi yang diperoleh dapat dipelajari kembali dan diterapkan sesuai ketersediaan bahan di kampung masing-masing.

Selain pelatihan teknis pertanian, kegiatan tersebut membahas penguatan kelembagaan melalui simulasi Roleplay Kelembagaan yang dipandu Dr. Yulistyne Kusumaningrum, S.Sos., M.MKMT., Direktur PT Inovasi Strategi Nusantara sekaligus anggota Asosiasi Pendamping Koperasi Modern.

Melalui simulasi itu, peserta memetakan potensi, kendala, dan rencana pengembangan kelembagaan berdasarkan kondisi kampung masing-masing. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi bahan untuk menyusun pendampingan dan pelatihan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Royali, perwakilan pengurus BUMKam Kampung Pinang Agung, mengatakan kegiatan tersebut membantunya melihat peluang pengembangan organisasi dan kerja sama dengan masyarakat.

“Yang tadinya kami pengurus BUMKam itu buntu jalan, dengan adanya kegiatan ini, kami merasa terbuka jalan sehingga dapat memperluas lagi kolaborasi dengan masyarakat yang ada di Kampung Pinang Agung,” ujar Royali.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering, termasuk pelatihan bagi pengurus BUMKam dan generasi muda yang akan melanjutkan pengelolaan kelembagaan kampung.

TEP Unpad Kelompok 5 dipimpin Prof. Budi Harsanto, S.E., M.M., Ph.D., PGCert HE., FHEA, bersama Erfransdo, S.Agr., Citra Yuliani, S.Si., Wildan Avif Alfathin, S.E., Nurizki Dian Wulandari, S.Agr., dan Theresia Nelsi Pakanda, S.M.

Tim tersebut melaksanakan riset dan pendampingan di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage, Kabupaten Fakfak. Kegiatan mereka mencakup pemanfaatan limbah pertanian, pengembangan ekonomi produktif, penguatan rantai pasok lokal, serta pendampingan kelembagaan masyarakat.

Melalui workshop tersebut, tim mendorong pengembangan dua aspek yang saling melengkapi, yakni pemanfaatan bahan organik untuk mendukung kegiatan pertanian dan penguatan organisasi sebagai wadah pengelolaan usaha ekonomi masyarakat.

Pendampingan berikutnya diharapkan dapat disesuaikan dengan potensi dan kendala setiap kampung agar pengetahuan yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *