Papua Barat

Visibility di Bawah 1 Km, Maskapai Hentikan Sementara Penerbangan Rute Sorong–Fakfak

312
×

Visibility di Bawah 1 Km, Maskapai Hentikan Sementara Penerbangan Rute Sorong–Fakfak

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Kondsi Kabut Asap Karhutla Yang Menutupi Bandara Siboru, Fakfak - Papua Barat. Senin (12/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM, FAKFAK – Cuaca buruk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Siboru, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Akibat kondisi ini, maskapai Wings Air tipe ATR 72-600 dan penerbangan perintis Smart Air terpaksa menunda keberangkatan demi alasan keselamatan.

Sejak Sabtu (10/10/2026) hingga Senin (12/10/2026), Wings Air menghentikan sementara penerbangan rute Sorong – Fakfak. Sementara itu, armada Smart Air mengalami penundaan (delay) di Bandara Timika pada Senin (12/10/2026) pagi sembari menunggu membaiknya jarak pandang di rute Kaimana dan Siboru.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Siboru – Fakfak, Faisal Rahman, S.Si.T., M.M., saat dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp, Senin (12/10/2026) pagi.

Menurut Faisal, jarak pandang (visibility) di wilayah Kabupaten Fakfak kian memburuk hingga berada di bawah 1 kilometer (Km). Kondisi ini telah melampaui batas aman standar keselamatan penerbangan.

Kendati operasional dua maskapai terganggu, Faisal menegaskan bahwa status Bandara Siboru sebenarnya tetap beroperasi secara normal dan tidak ditutup.

“Bandara Siboru tidak ditutup. Yang terjadi saat ini adalah pihak maskapai yang memutuskan untuk menghentikan atau menunda sementara operasional penerbangannya demi alasan keselamatan penerbangan akibat tebalnya asap karhutla,” ujar Kepala UPBU Siboru Fakfak.

Adapun rincian dampak kabut asap terhadap operasional maskapai saat ini adalah sebagai berikut:

  • Wings Air: Menghentikan sementara operasional (no ops) untuk rute Sorong – Fakfak akibat pekatnya asap karhutla.
  • Smart Air (Penerbangan Perintis): Menunda sementara jadwal keberangkatan (delay) dari Bandara Timika hingga jarak pandang memenuhi syarat keselamatan.

Pihak otoritas UPBU Siboru bersama pihak terkait terus berkoordinasi dan memantau perkembangan cuaca serta informasi jarak pandang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkala. Operasional penerbangan menuju Bandara Siboru Fakfak akan segera dipulihkan setelah kondisi jarak pandang membaik dan dinyatakan aman untuk aktivitas penerbangan.(Enrico)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *