PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare mengajak masyarakat memperkuat kerukunan, menjaga toleransi antarumat beragama, serta bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat GKI Agape Wosi di Manokwari, Papua Barat, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri Bersama Masyarakat dalam rangka implementasi Program 100 Hari Kapolri. Melalui kegiatan tersebut, Polri berupaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi untuk menyerap aspirasi dan berbagai persoalan di lingkungan warga.

Kapolda Papua Barat mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan dan memberikan rasa aman.
Ia mengajak jemaat dan masyarakat untuk menjaga persaudaraan, saling menghormati perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu keamanan.
Menurut dia, peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan suasana yang damai dan harmonis. Kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat juga diperlukan untuk menjaga persatuan serta memperkuat toleransi di Papua Barat.
Kapolda turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan aspirasi, informasi, maupun permasalahan terkait keamanan kepada kepolisian melalui saluran komunikasi yang tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat Polda Papua Barat, yakni Kepala Biro Logistik, Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Pembinaan Masyarakat, dan Kepala Korps Sekretariat Pribadi Pimpinan. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jemaat GKI Agape Wosi.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo mengatakan, kegiatan Minggu Kasih menjadi salah satu upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan humanis.
Ia menegaskan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban tidak dapat dilakukan kepolisian sendiri. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua Barat berharap kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat semakin kuat sehingga kerukunan, toleransi, dan stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat tetap terjaga.(rls)













