PAPUADALBERITA.COM. TELUK WONDAMA – Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) yang diketuai oleh Rambat Lupioyadi bersama masyarakat transmigrasi resmi memulai pendampingan pra-operasional bagi unit usaha baru UMKM “maPala”.
Berlokasi di KT Werianggi-Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, inisiatif ini menghadirkan inovasi olahan pala bubuk dari fuli pala serta pellet penyala bara api (fire starter cube) dari cangkang pala.
Pendampingan ini melibatkan 5 wirausahawan baru serta komunitas petani dan pengepul buah pala di wilayah Teluk Wondama.
Program ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional, pengolahan yang higienis, hingga standarisasi kemasan produk rempah lokal—khususnya Pala Bubuk Asli Papua.
Mengusung jargon “Dari Tanah Papua, Hadirkan Kebaikan untuk Indonesia”, kehadiran rumah produksi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pala lokal sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat adat dan warga setempat.
Pendampingan Pra-Operasi Rumah Produksi maPala oleh Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia. Jumat (23/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Dalam tahap pra-operasi, Tim 8 Ekspedisi Patriot UI memberikan pendampingan intensif yang mencakup tiga fokus utama:
– Penataan Sarana & Prasarana Produksi: Memastikan area pengolahan dan penyimpanan memenuhi standar kebersihan serta kelayakan produksi olahan pangan.
– Standarisasi Produk & Kemasan: Menggunakan kemasan modern yang mampu menjaga keaslian rasa alami pala dan siap bersaing di pasar nasional.
– Penguatan Kapasitas SDM: Memberikan pelatihan pengelolaan usaha bagi kelompok tani dan produsen lokal di Distrik Nikiwar.
Ketua Tim 8 Ekspedisi Patriot UI, Rambat Lupioyadi, menyampaikan bahwa potensi pala Papua sangat luar biasa, namun membutuhkan sentuhan inovasi dan pengemasan yang baik agar memiliki nilai jual tinggi.
”Melalui pendampingan pra-operasi ini, kami berkomitmen mendampingi masyarakat dari hulu ke hilir, mulai dari penanganan pascapanen hingga produk siap dipasarkan dengan mutu terjamin serta dukungan pemasaran digital,” ujar Rambat.
Produk Pala Bubuk “maPala” diolah secara higienis dari biji dan bunga pala murni kualitas pilihan hasil panen petani lokal Werianggi-Werabur.
Beroperasinya Rumah Produksi “maPala” secara penuh diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi inklusif berbasis potensi lokal di Kabupaten Teluk Wondama.(rls)













