
PAPUADALAMBERITA.COM, Jakarta – Pelatih Leicester Claude Puel
menyesalkan kurang “tajam” timnya saat kalah 1-3 dari Tottenham
di Wembley pada Minggu WIB (10/02).
Menurut data dari Opta yang dilansir Skysports, Foxes lebih banyak membuat
peluang dibandingkan tim tuan rumah dengan 20 tembakan selama pertandingan
tersebut.
Namun, Leicester hanya bisa mencetak satu gol oleh penyerang andalan mereka
Jamie Vardy pada menit ke-76.
“Bila saja kami menemukan ketajaman di gawang lawan, kami bisa menang,
jadi itu sulit. Hasil ini mengecewakan dan lagi-lagi kami tidak senang. Kami
seharusnya bisa menang dengan banyak peluang yang diciptakan,” kata Puel
dalam konferensi pers pascapertandingan.
“Kami membuat banyak pergerakan bagus, tetapi tidak diimbangi dengan
penyelesaian bagus. Kami memiliki semua peluang untuk memenangkan pertandingan
ini, tetapi kami tidak bisa menyelesaikannya.”
“Banyaknya peluang membuat perasaan saya campur aduk karena kami menunjukkan
kualitas yang baik, tetapi saya sangat sedih dengan seluruh peluang yang kami
miliki,” tambahnya.
Harry Maguire dan Harvey Barnes sama-sama membuang peluang bagus sebelum
Davinson Sanchez mencetak gol pembuka bagi Spurs pada menit ke-33.
Leicester memiliki peluang sempurna untuk menyamakan kedudukan dari titik
penalti setelah bek Spurs Jan Vertonghen menjatuhkan James Maddison pada menit
ke-60, tetapi tendangan Vardy masih bisa diselamatkan oleh Hugo Lloris.(ant)













