Papua Barat

New Normal Bukan Corona Sudah Hilang, Tapi Warga Papua Barat Hadapi Kebiasaan Baru

1226
×

New Normal Bukan Corona Sudah Hilang, Tapi Warga Papua Barat Hadapi Kebiasaan Baru

Sebarkan artikel ini

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap saat melakukan pres confrence bersama wartawan secara virtual zoom meting, Senin (9/6/2020) di manokwari. FOTO: tangkap layar/papuadalamberita..com

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat, kabupaten dan kota terus memberikan pemahaman dan pencegahan terhadap COVID-19 kepada masyarakat, untuk persiapan hadapi kehidupan baru, New Normal dengan tetap melaksanakan protocol kesahatan.

Sehingga masyarakat jangan menganggap bahwa masuk New Normal  Corona sudah hilang, itu pemahaman yang salah.

‘’Kita semua punya tangungjawab memberikan pemahaman pada masyarakat apa itu new normal?  New Normal berarti melaksanakan aktivitas normal dengan kebiasaan baru, kebiasaan baru berarti tetap melaksanakan protocol kesehatan (pakai masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak saat interaksi dengan orang lain),’’ jelas juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penaganan COVID-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap kepada wartawan secara virtual atau zoom meting, Senin (9/6/2020) di Manokwari.

Menurut Juru Bicara COVID-19 Papua Barat, jadi kalau masyarakat tetap menganggap new normal itu tidak pakai masker lagi, tidak perlu jaga jarak, tidak. Aktivitas biasa, tetapi protocol keseahatan jalan.

Pertanyaannya sampai kapan kembali ke kehidupan normal ? ‘’Konsep kesehatan mengatakan sampai ada obat dan vaksin, jadi melaksanakan itu sampai ditemukannya vaksin, masuk New Normal prilaku kita berubah, supaya jangan sampai tertular, kalau tidak, kita kembali ke titik nol,’’ tegas dokter Arnoldus Tiniap.

Dokter Arnold melanjutkan, bahwa menjadi penakakan terkait New Normal berarti melaksana aktivitas normal dengan kebiasan baru, sehingga diperlukan kesiapan dari aspek kesehatan, apakah pemerintah sudah menyiapkan semua fasilitas, kemudian meastikan protocol kesehatan bisa dilaksanakan dengan baik dan masyarakat harus siap  untuk melaksanakan.

‘’Ini menjadi penakanan kita,  bahwa kalaupun kita harus masuk ke dalam new normal dan kita memang berharap masuk New Normal berarti kita semua harus siap,” tegas Arnold Tiniap.

Kesiapan untuk pelaksanaan New Normal lebih ditekankan kepada masing-masing kabupaten dan kota,  tetapi secara umum tim dari provinsi sudah memotret dan tinggal menyesuaikan apa penilaian tim kabupaten kita menyesuaikan.

‘’Bagiaman kesiapannya? Misalkan masih berada di zona merah diminta tetap beraktifitas dari rumah, zona kuning atau hijau yang tingkat sebarannya lebih rendah, atifitas publiknya banya yang diijinkan, jadi kita berada di zona mana, kita memilah-milah, kalau kuning mungkin sekolah bisa dibuka, kemudian aktifitas pelayanan public lainnya diatur, sehingga lebih banyak aktifitas public diijinkan,’’ ujar Aronldus.

Apalagi Kalau zona hijau, jelas arrnoldus itu mungkin lebih banyak lagi aktifitas yang dijinkan, misalnya ASN boleh masuk kantor, tempat-tempat ibadah, pendidikan, transportasi umum itu diatur.

Tapi kalau berada di zona merah, misalnya di daerah yang melaksanakan PSBB berarti PSBB tetap dilaksanakan, misalnya ijin masuk-keluarnya transportasi penerbangan dan kapal laut.

‘’Kalaupun kita masuk new normal misalnya, itu berarti tetap melaksanakan protocol kesehatan, tetapi pelayanan mana yang dijinkan duluuan tergantung penilaian Gugus Tugas,’’ ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pertemuan Rabu (10/6/2020) bersama Foropimda lebih untuk pimpinan daera, gubernur dan Forkopimda mengevalkuasi secara epidemic Papua Barat berada di titik mana, terus apa yang harus dipersiapakan, kemudian ada daerah yang memang dari sisi epidemic sudah bisa direkomendasikan dengan kesiapan-kesiapan mana.

“Bukan kita rapat menetapkan Papua Barat masuk New Normal,’’ tegas Arnoldus Tiniap.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *