
TABEL: Sumber Sat Lantas Polres Manokwari
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manokwari mencatat perbandingan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) pada tahun 2020 dan tahun 2021 mengalami penurunan 2,40 % (4 kasus), namun kerugian materiil mengalami meningkat 28,10 %
Kapolres Manokwari AKBP, Dadang Kurniawan Sinjaya SIK melalui Kasat Lantas Polres Manokwari, IPTU Subhan S Ohoimas SH menjelaskan pada tahun 2020 ada 167 laporan, sedangkan tahun 2021 163 laporan berarti turun 2,40 % (4 laporan).
‘’Kecelakaan murni tahun 2020 102 laporan, sedangkan tahun 2021 94 7,84 turun delapan laporan. Kecelakaan non murni di tahun 2020 ada 39 laporan, tahun 2021 47 laporan, naik 20,51persen atau delpan laporan,’’ ujar Kasat Lantas.
Kasat Lantas menjelaskan untuk tabrak lari pada tahun 2020 24 kasus, tahun 2021 ada 23 kasus berartui turun 4,17 persen atau satu kasus. Sedangkan korban meninggal duniapada tahun 2020 54 kasus, tahun 2021 49 kasus, turun 9, 26 % atau lima kasus.
Kasat Lantas Polres Manokwari, IPTU Subhan S Hoimas. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
‘’Sedangkan luka berat akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020 ada 81 kasus, tahun 2021 102 kasus ini naik 20,59 % atau 21 kasus, luka ringan pada tahun 2020 ada 129 kasus, tahun 2021 144, naik 11,63 persen atau 15 kasus, jelas Subhan Ohoimas.
Subhan menambahkan bahwa, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020 Rp 879.400.000, tahun 2021 Rp1.126.500.000 ini naik 28,10% atau naik Rp 247.100.000.
‘’Penyelesaian perkara Laka Lantas sebagian besar diselesaikan secara Alternatif Dispute Resolusion (ADR) atau penyelesaian kekeluargaanantara kedua pihak yang terlibat kecelakaan mengalami penurunan dari 70 persen yaitu pada tahun 2020 162 perkera pada tahun 2021 turun enam perkara yaitu 156,’’ rinci Ohoimas.
Ia menambahkan, untuk kasus laka lantas dalam tahap penyelidikan di tahun 2020 satu kasus, 2021 tidak ada, penyidikan pada tahun 2020 satu kasus dan tahun 2021 enam kasus, dan kasus kecelakaan lalu lintas yang di SP3 pada tahun 2020 tidak ada sedangkan tahun 2021 satu kasus.(tam)













