Papua Barat

Menjilat, Jangan Terlalu Percaya Teman, Dia Bisa Membunuhmu

410
×

Menjilat, Jangan Terlalu Percaya Teman, Dia Bisa Membunuhmu

Sebarkan artikel ini

Keduanya menjadi tahanan Propam Polda Papua Barat sejak Rabu, menanti sidang kode etik. PAPUADALAMBERITA. FOTO: ISTIMEWA.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Waktu kecil banyak teman bermain, tidur sama-sama di rumah, atau kita tidur di rumahnya, itu akrabnya.

Ingat, yang membuat kita menagis, yang pertama mengganggu kita, yang menceritakan kita, yang melapor kita ke guru atau orang tua bukan orang jauh, bukan orang lain, dia teman dekat kita.

Pertemanan itu kembali lagi, akrab lagi, itulah lucu-lucunya dimasa kecil, bukankah prilaku masa kecil adalah replik ketika kita dewasa?

Coba ingat-ingat masa kecilmu, siapa yang suka ganggu teman dan berbohong? Berani jujur mengenang masa kecilnya dan berkata dalam hati, Ia benar, itu saya.

Kalau sudah dewasa, kerja, hati-hati, dekat sekedar saja, lebih baik profesional sebatas kerja, selesai.

Banyak teman memang menguatkan kita, dibantu waktu susah, tetapi banyak teman sewaktu-waktu bisa bikin kita susah, menjatuhkanmu, dan membunuhmu.

Bisa yang membantumu itulah yang menceritakanmu ke orang lain, karena hanya dia yang mengetahui kamu dia yang bantu.

Orang kerja persaingan ada dimana-mana, kapan saja, kepada siapa saja bisa terjadi.

Berteman hati-hati, jarinya bisa buat celaka, mulutnya bisa mengeluarkan bisa. Jadi jangan terlalu yakin pada karib, bisa saja.

Kerja baik, jaga profesional, jaga iman, jaga ibadah. Ada yang kerja sejak kuliah, ada setelah sarjana, ada putus pendidikan karena kerja, di tempat kerja punya banyak teman.

Kerja apapun sama yang penting halal, awal kerja biasa, kemudian dipercaya, kemudian ditunjuk memimpin, kemudian dipilih masuk tim kerja.

Ada yang belum waktunya peroleh jabatan tiba-tiba menjabat, disitulah terus berpikir dan bekerja profesional. Karena persaingan kerja tidak hanya teman satu kerja, tetangga, keluarga, kelompok, bahkan persaingan bisnis.

Jangan terlalu percaya teman, harus punya rasa ketidak percayaan, karena semua bisa berpura-pura, baik saat perlu, setelah terpenuhi anda bisa jadi sampah di matanya.

Ketika kedekatan membuatmu nyaman, cepat-cepat sadari, bahwa kekuranganmu, kelemahanmu akan menjadi rahasia umum, itulah celah yang sewaktu-waktu petaka bagi kita.

Jadi tidak percaya kepada teman bukan karena dia buruk hati, mati otak, tetapi tidak percaya karena harus saya sadar, bahwa ada kekurangan saya yang membahayakan jika diketahui orang.

Biasakan mengajak teman ke alam berpositif sangka, ajak dia santun bertutur, dan bekerja mencari ibadah, sekalipun kamu akan tidak disukai.

Lebih baik tidak disukai untuk menjadi sahabat, dari pada disukai karena terpaksa sekedar menjadi tampak dimatanya, bahwa kita percaya padanya atas kebohongannya.

Harus berani katakan pada teman, kamu kerja salah, jangan takut katakan dia keliru, jangan biarkan teman malas, kita harus tau jika dibiarkan akan mematikan masa depannya.

Biarkan kata-katamu membuatnya marah dan benci, tetapi kamu telah menyelamtkannya dari kebohongan yang selama ini tidak disadarinya.

Andaikan jilatan sang bintara remaja anggota Direktorat Lalulintas Polda Papua Barat di kue hari jadi TNI tidak disebar, juga tidak ada bisik-bisik undangan di pesta ulang tahun TNI di Kodam XVIII/Kasuari Rabu (5/10/2022) tentang video kue ulang tahun.

Masyarakat tidak dihebokan dengan viralnya video yang terkirim dari orang  dekat sang penjilat kue ulang tahun itu.

Siapa pengirimi video? Teman dekat yang seharusny  jalan bersama untuk sukses bersama, bukan masuk penjara bersama.

Seharusnya mereka dua yang memasukan orang bersalah ke penjara, tetapi ini mereka memasukan dirinya sendiri ke tahanan.

Karena pembuatan video yang terekam dalam mobil ketika kue mau diantar, berarti tidak ada orang lain selain mereka sesama teman kerja.

Itulah yang saya sebut seperti judul di atas, jangan terlalu percaya teman, dia bisa menjadi pembunuhmu.

Penjilat kue dan pengedar videonya kini ditahan Propam Polda Papua Barat, akan diperiksa, akan disidang kode etik, akan ada putusan hakim yang menjadi catatan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Papua Barat tentang karir dan tugas mereka selanjutnya.

Bukankah penjilat, penyebar adalah sesama teman, kalau teman kenapa harus saling “membunuh”, yang membuat nilai setitik merusak susu sebelanga, nama satu kesatuan tercemar buruk.

Karena perbuatan dua bintara remaja, membuat satu jenderal bintang dua, dua kombes memohon maaf kepada halayak di mana saja, tertuma TNI sebagai langka cepat keterbukan Polda Papua Barat yang tidak melindungi anggotanya jika bersalah, yang sudah menjadi komitmen pimpinan Polri salah satunya transparansi.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga bertemu Pangdam XVIII/Kasuari di ruang kerja panglima, dengan hati besarnya memohon maaf tidak hanya pada Kodam, tetapi seluruh anggota TNI, luar biasa.

Sebelum Kapolda dan Pangdam saling memafkan, video dari Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kabid Humas Polda Papua Barat menyampaikan permohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota TNI.

Ketiga petinggi Polda Papua Barat memberikan kepastian, bahwa kue yang sudah dijilat sang bintara tidak terbawa ke Kodam Kasuari pada peringatan HUT 5 Oktober.

Kuenya ditahan sebagai barang bukti pemeriksaan Propam mendapingi kedunaya yang berdiri dibalik jeruji besi milik Polda Papua Barat.

Hal yang seharusnya tidak perlu terjadi, karena bukan perseteruan institusi, tetapi dua orang satu instutis yang mencemarkan nama institusinya sendiri dengan jilatan kado untuk institusi lain.

Mau dibilang aneh, tetapi nyatanya sudah viral.

Siapa yang salah, hukuman menanti keduanya. Yang masih waras berikhtiarlah ketika diberi tangungjawab, apapun tangungjawabnya, apalagi itu titipan untuk tetangga yang selama ini sinergitas memberi rasa aman terbangun baik.

Insiden jilatan cream kue ulang tahun mengingatkan semua pada pengawasan makanan dan tempat tinggal, kamar tamu VVIP seperti presiden, menteri dan tamu penting lainnya ketika hadir di satu tempat.

Ada tim dokter memeriksa, mengawasi makanan dan minuman, ada tim memeriksa kamar tidur di bongkar ulang, bahkan formasi kursi undangan bisa dirubah, kepentingnya hanya satu, untuk keamanan dan keselamatan.

Sama halnya dengan kejadian jilat kue ulang tahun di HUT TNI, sudah harus menjadi perhatian kedepan bagi kita semua. Ketika ada hajatan keluarga dll pengawasan mulai dari pemesanan, kemasan yang aman, itu bukan hanya untuk menghindari jilatan-jilatan berikutnya, atau tersentuh tangan.

Tetapi mewaspadai bahaya lain yang lebih fatal, masih ingat pesanan kopi sianida yang mengantar Jessica Kumala Wongso ke penjara? setelah Wayan Mirna Salihin meninggal dunia usai menyeruput kopi yang terbukti di persidangan berisi racun sianida pada 6 Januari 2016 silam.

Jangan juga muda percaya semua orang, bahwa kalau dengan dia barang itu dijamin aman.

Atas kejadian jilatan, itu, kepada kita semua untuk saling mengingatkan diri kita sendiri, keluarga kita, tetangga kita, sahabat kita, bahwa pentingnya menggunakan media sosial yang baik dan benar, bukan jari jemari menjadi harimaumu, yang dapat membuat hari-hari kita habiskan dibalik penjara.

Jangan salah gunakan, karena kesalahan kita bisa membuat orang lain menjadi celaka. Wallahu a’lam Bissawab.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *