Papua Barat

Pekan Perekonomian Daerah Provinsi Papua Barat

280
×

Pekan Perekonomian Daerah Provinsi Papua Barat

Sebarkan artikel ini

Asisten II Setda Papua Barat foto bersama peserta. FOTO: HUMAS BANK INDONESIA PERWAKILAN PAPUA BARAT.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI –  Bank Indonesia Provinsi Papua Barat menyelenggarakan acara PAPEDANOMICS atau Pekan Perekonomian Daerah Provinsi Papua Barat pada Jumat, 7 Juli 2023 di Kab. Manokwari.

PAPEDANOMICS merupakan rangkaian kegiatan Seminar Ekonomi dengan tema “Strategi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Barat Pasca Pembentukan DOB” dan Talkshow Keuangan Inklusif dengan tema “Edukasi Literasi Ekonomi dan Keuangan Inklusif untuk Peningkatan Aksesibilitas dan Transformasi Ekonomi”.

Acara PAPEDANOMICS dibuka Pj Gubernur Papua Barat yang dalam hal ini diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa, SE, MH, welcoming ceremony oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rommy S Tamawiwy dan keynote speechs Anggota DPD RI, Dr Filep Wamafma, SH, MHum, CLA.

Dr Filep Wamafma, SH, MHum, CLA. menyampaikan pentingnya acara PAPEDANOMICS sebagai agenda strategis wujud sinergitas dan kolaborasi antara regulator moneter, regulator fiskal, perwakilan pemerintah pusat yang membidangi perencanaan pembangunan nasional serta perwakilan dari pemerintah daerah untuk berkolaborasi mendorong potensi perekonomian Papua Barat khususnya pasca pembentukan DOB.

Untuk sesi pertama yaitu acara seminar ekonomi yang diisi dengan materi Kajian Fiskal Regional (KFR) Papua Barat oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua Barat; materi Arah Pengembangan Kawasan Timur Indonesia dan Pemetaan Potensi Pembangunan Provinsi Papua Barat oleh Direktur Regional III, Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Bappenas; dan materi Rencana Pembangunan Provinsi Papua Barat oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Papua Barat menyampaikan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Papua Barat dengan tematik bahasan Asesmen Perekonomian Papua Barat Pasca Pembentukan DOB. Poin penting dalam asesmen dimaksud adalah mengenai dampak pemekaran wilayah Provinsi Papua Barat yang mengakibatkan shifting share perekonomian di Papua Barat, di mana lapangan usaha penggalian dan pertambangan serta industri pengolahan menjadi lebih dominan.

Kondisi ini pada akhirnya akan menyebabkan dependensi Papua Barat terhadap sektor migas menjadi lebih tinggi, sehingga perlu didorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor nonmigas, terutama pertanian dan pariwisata serta peningkatan infrastruktur dan digitalisasi.

Diharapkan dengan penyelenggaraan seminar dimaksud, dapat mendukung Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pihak terkait lainnya untuk implementasi pembangunan ekonomi yang efektif dengan pemahaman yang baik atas kondisi ekonomi regional, dampak ekonomi pasca pembentukan DOB dan potensi pertumbuhan di masa depan,

Serta dapat mengalokasikan sumber daya yang tepat untuk sektor-sektor yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat.

Acara sesi pertama diakhiri dengan seremonial penyampaian asumsi makroekonomi Papua Barat 2023-2024 dan buku LPP Papua Barat dari Bank Indonesia Papua Barat kepada Pemprov Papua Barat dan buku KFR Papua Barat dari Kanwil DJPb Papua Barat kepada Pemprov Papua Barat.

Melalui penyampaian diseminasi LPP dan KFR Papua Barat, diharapkan dapat membangun kerjasama berkelanjutan dan kemitraan lintas sektor maupun lembaga/institusi untuk saling berbagi informasi, diskusi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi Papua Barat yang dirasakan dampaknya sampai dengan masyarakat lapisan bawah.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu talkshow keuangan inklusif yang diisi dengan materi Strategi Ekonomi dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia, materi Pengenalan Keuangan Pribadi dan Literasi Digital oleh Dreamdelion Indonesia, dan materi Strategi Mengatur Keuangan Mikro oleh Wilchof Roastery.

Diharapkan dengan kegiatan talkshow tersebut dapat memiliki dampak kepada masyarakat Papua Barat sebagai berikut: Peningkatan literasi keuangan dan akses ke layanan keuangan.

Peningkatkan pemahaman tentang konsep keuangan, pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis, serta pentingnya inklusi keuangan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai produk dan layanan keuangan yang ada, peserta talkshow dapat memanfaatkan produk dan layanan tersebut secara optimal, termasuk perencanaan keuangan, tabungan, pinjaman, dan investasi.

Pemberdayaan UMKM. UMKM akan mendapatkan pemahaman tentang berbagai instrumen keuangan yang tersedia, untuk meningkatkan pengelolaan keuangan, memperluas akses ke modal usaha, dan meningkatkan daya saing di pasar.

Kolaborasi akademisi dan perbankan. Akademisi dapat mempelajari dan menganalisis perkembangan terkini dalam bidang keuangan inklusif, sementara perbankan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan UMKM.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Diharapkan akan tercipta ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana lebih banyak orang dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi dan mendapatkan manfaatnya.(rls/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *