Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere Bersama Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hiondom, Ketua PSP3 IPB Prof. Muladno dan Plt. Kadis Pertanian Papua Barat, Agus Warbal Ketika Diwawancarai Media. Jumat (8/2/2024). FOTO : RICO LET’s. PAPUADALAMBERITA.COM.
PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Ketua Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor (PSP3 IPB) Prof. Muladno, pada saat penanama padi yang dipimpin Pj. Gubernur Papua Barat, (Kamis, 8/2/2024), mengatakan, saat ini pihaknya (PSP3 IPB) melakukan kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak melakukan uji coba padi varietas IPB3S di Bomberay.
Kerjasama PSP3 IPB dan DPKP Fakfak selama 2 tahun terakhir guna mempersiapkan sumber daya manusia petani di Bomberay, Fakfak – Papua Barat agar supaya petani di Distrik Bomberay bisa menanam lahannya sendiri sehingga Fakfak pun bisa menjadi gudang pangan karena telah mampu menghasilkan padi sendiri, ujar Muladno, kepada wartawan usai mengikuti aksi tanam padi di Kampung Pinang Agung SP V Distrik Bomberay.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan menginngat adanya rencana investasi senilai Rp. 125 Triliun sehingga petani di Bomberay, Fakfak – Papua Barat bisa menikmatinya dan kehadiran PSP3 IPB tentu untuk menyiapkan petani di Bomberay agar bisa menyediakan padi dan ternaknya bagi kebutuhan Pabrik Pupuk di Fior.
Muladno mengatakan, jika padi yang ditanam Pj. Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere,bersama Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom, serta Forkopimda pada musim tanam pertama di tahun 2024 merupakan Varietas IPB3S yang mana telah diuji cobakan di 26 Provinsi dan hasilnya sudah terbukti lebih cepat dan lebih banyak.
Selain itu kata dia, padi varietas IPB3S memiliki keunggulan yaitu dapat beradaptasi di berbagai lahan tanah. Mengingat tanah di wilayah Bombneray juga terbilang lebih bagus dari wilayah Kalimantan yang tentunya ini berpotensi menghasilkan produksi yang tinggi.
Hanya saja lanjutnya, ada hambatannya ini adalah ancaman adanya sundep (hama), namun hal itu merupakan fenomena yang biasa, tinggal bagaimana kita mencegahnya saja.
Yang perlu dilakukan IPB tambah Prof. Muladno, adalah bagaimana menyiapkan mental para petani dan peternak di Bomberay agar mereka dapat berbisnis dengan benar dan harus kolektif berjamaah bisnisnya, gak boleh sendiri – sendiri bisnisnya.
Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongemerr Bersama Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom, Forkopimda, Ketua PSP3 IPB Prof. Muladno, Pj Sekda Fakfak Sulaiman Uswanas dan Beberapa Kepala OPD Papua Barat. Jumat (8/2/2024). FOTO : RICO LET’s. PAPUADALAMBERITA.COM.
“Teknologi bisa diup date kapan saja, tetapi mental para petani dan peternak di Bomberay harus disiapkan agar mereka dapat berbisnis dengan benar dan harus kolektif berjamaah bisnisnya,” tutur Muladno.
Lebih lanjut Dekan Fakultas Peternakan IPB Bogor Dr. Ir Galih Permana menambahkan jika varietas IPB3S ini produksinya mencapai 7 Ton per hektar namun potensi produksinya bisa mencapai 11,2 Ton per hektar. Ini tentunya di dukung oleh zat hara yang cukup dan pupuk yang memadai.
“Padi varietas IPB3S produksinya mencapai 7 tom per hektar namun potensinya bisa mencapai 11,2 ton per hektar, tentunya ini didukung oleh zat hara yang cukup dan pupuk yang memadai,” ungkap Dr. Ir Galih Permana.
Sementara Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, mengatakan, dengan adanya kerjasama ini tentunya untuk mempersiapkan pasar yang saat ini telah tersedia dengan adanya investasi yang mencapai Rp125 trilun di Papua Barat.
Menurutnya secara nasional gerakan ketahanan pangan ini dilakukan untuk seluruh Indonesia dan tentunya setiap daerah diharapkan untuk memperkuat ketahanan pangan lokalnya, baik untuk konsumsi keluarga maupun untuk sumber pendapatan.
Sehingga lanjutnya, apa yang dilakukan IPB bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Fakfak, diharapkan merupakan awal yang baik sehingga bila berhasil akan menjadi contoh bagi Kabupaten lain yang ada di Papua Barat.
“Kami (Pemprov) mendukung kerjsama ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan terpenting adalah mindset, mentalitas dan motifasi untuk petani dan peternak di Bomberay agar dapat berbisnis dengan benar,” ucap Ali Baham.
Sedangkan Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, mengatakan, dengan kerjasama antara PSP3 IPB dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Fakfak untuk uji coba penanam padi varietas IPB3S di Bomberay, tentunya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani di Bomberay.
Dengan kegiatan tersebut, Yohana Hindom, berharap para petani dapat memiliki potensi untuk mengembangkan pertanian di Fakfak khususnya lagi di Bomberay sehingga para petani ini dapat kualitas hidup mereka dari sisi ekonominya.
Sebagai Pemerintah Daerah, Yohana Hindom, mengharapkan agar semua OPD dapat berintegrasi untuk menyaipakan fasilitas yang belum memadai di Bomberay termasuk penyiapan waduk yang hingga saat ini belum difungsikan.(RL 07)













