Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono SIK, saat ditemui wartawan Kamis (25/2/2021) di Kampung Tangguh Yaba Nonti, Prafi Manokwari. PAPUADALAMBERITA.... Tak Pakai Helm, Tak Ada Pelat,  Bonceng Tiga, Dibawa Umur, Dir Lantas: Kita Imbau, Masih Melawan,  Tindak

Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono SIK, saat ditemui wartawan Kamis (25/2/2021) di Kampung Tangguh Yaba Nonti, Prafi Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN 

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI –  Mengendarai motor tidak memakai helem standar pengaman kepala, motor yang tidak memakai nomor polisi (pelat, red),  berkendaraan melebihi kapasitas angkut, (bonceng bertiga atau berempat satu motor, red) dan motor yang dikendarai anak dibawah umur, menerobos lampu pengatur lalu lintas, pemandang seperti ini tidak lazim di jumpai di kota Manokwari, apa tanggapan Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono, SIK, ini penjelasannya.

 ‘’Mungkin masyarakat Manokwari melihat,  bahwa kami Polri dari Polisi Lalu Lintas terutama agar membatasi tindakan secara hukum, kenapa? Karena kita berimpati dengan situasi Pandemi COVID-19,’’ ujar Dir Lantas Polda Papua Barat kepada wartawan, Kamis (25/2/2021) yang ditemui pada peresmian Kampung Tangguh Yaba Nonti di Prafi, Manokwari.

Menurut Dir Lantas, tetapi pelanggaran-pelanggaran yang fatal,  terutama yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas kalau ditemukan tetap dilakukan penindakan.

‘’Ketika ada informasi yang disampaikan atau karena ada dugaan kendaraan curian,  kita juga antisipasi dengan berkoordinasi dengan Satuan Reserse,’’ tegas Kombes Raydian.

Menyoroti kendaraan yang tidak mekai nomor polisi, baik di depan atau di belakang kendaraanya, pejabat utama (PJU) Polda Papua Barat yang akrab dengan wartawan ini mengatakan, masalah plat nomor yang tidak dipakai adalah rawan sebagai dugaan barang curian, itu Polantas selalu koordinasi dengan reserse,  supaya diantisipasi, dicek (kelengkapan kendaraan, red),  apakah itu benar-benar kendaraan sah atau dugaan kendaraan curian.

‘’Polantas mengurangi mengurangi intensitas penindakan karena kita berempati di masa COVID – 19.

Yang perlu kita tingkatkan adalah imbauan,  jadi kita berupaya maksimal mengimbau masyarakat agar selalu tertib dalam berlalu lintas, kita memang memilih untuk persuasif Humanis, tetapi kalau itu memang barang curian pasti kita tindak,’’ sebut Dirlantas.

Pengendara yang tidak memakai pengaman kepala (helem) saat ditemui polisi lalu lintas dari Dit lantas Polda Papua Barat dan memberi imbauan agar berkendaraan harus menggunakan helem. Foto diambil pada 26 Oktober 2020 di perempatan Wosi, Haji Bauw Manokwari. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Tambah Dir Lantas, bahwa polisi lalu lintas dalam keseharian tetap membawa surat tilang, tetapi digunakan untuk pelanggaran-pelanggaran yang sudah tidak bisa di tolerir.  Apalagi pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi menimbulkan rawan kecelakaan lalu lintas, misalnya bonceng tiga,  kendaraan dibawa anak kecil.

Kata Dir Lantas, terkait kendaraan  atau kelompok berkendaraan tanpa memakai nomor polisi (plat) Dir Lantas berjanji akan ditertibkan.

‘’Memang harus kita sampaikan kepada masyarakat secara persuasif,  bahwa plat nomor polisi itu identitas yang harus dipasang,  wajib,  itu satu perlengkapan yang harus dipasang,  tidak boleh tidak. Kalau tidak dipasang, diimbau secara persuasif,  sampai penilangan,’’ kata Raydian.

‘’Bberikan informasi ke saya,  tempatnya (berkumpulnya, kelompok kendaraan, red) di mana kita temui,  kita peringatkan supaya segera dipasang. Syukur-syukur dipasang,  kalau kita sudah peringatkan terus tidak dipasang,  kita ketemu lagi, kita tilang.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *