Papua Barat

1.590 Balita di Fakfak Masuk Kategori Stunting, Itu Data Tahun 2021

503
×

1.590 Balita di Fakfak Masuk Kategori Stunting, Itu Data Tahun 2021

Sebarkan artikel ini

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Bernadet Dewi KH Kunde, SKM, MKM., Ketika Publikasi Stunting Tingkat Kabupaten Fakfak 2022 Yang Berlangsung di Aula Multipurpose RRI Fakfak, Senin 19 September 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Sebanyak 1.590 balita di Kabupaten Fakfak masuk kategori Stunting dan data sebanyak itu berdasarkan hasil penimbangan dan pengimputan dalam aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) tahun 2021.

Namun bila dihitung secara pervalensi ada 23,3 persen, tetapi bila dilihat dari angka survey status gizi Indonesia tahun 2021, dimana beberapa anak saja yang dijadikan sampel dan sampel beberapa anak tersebut dapat mewakili Kabupaten Fakfak  maka dapat diperkirakan Kabupaten Fakfak terdapat 26 persen atau 2.000 balita yang dikategorikan sebagai stunting (anak pendek dan sangat pendek)

Demikian disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Bernadet Dewi KH Kunde, SKM, MKM., dalam pertemuan publikasi stunting tingkat Kabupaten Fakfak yang berlangsung di Aula Multipurpose RRI Fakfak, Senin (19/9/2022).

Namun menurutnya, bila data stunting di Kabupaten Fakfak tersebut dibandingkan dengan data tahun 2020, prevalensinya sedikit menurun,  dimana data tahun 2020 pervalensinya sebanyak 27,4 persen dan data pervalensi tahun 2021 turun menjadi 23,3 persen.

“Kalau dibandingkan tahun 2021 dengan tahun 2020 terjadi sedikit penurunan jumlah angka stunting di Kabupaten Fakfak, dari 27,4 persen tahun 2020 menjadi 23.3 persen di tahun 2021 ini,” ungkap Bernadet Dewi KH Kunde, SKM, MKM.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Bernadet Dewi KH Kunde, SKM, MKM., (Kiri)  dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak,  Husein Buyung, SE., (Kanan). Dalam Pertemuan Publikasi Stunting Tingkat Kabupaten Fakfak Tahun 2022 Yang Berlangsung di Aula Multipurpose RRI Fakfak, Senin 19 September 2022. PAPUADALAMBERITA.COM. FOTO : RICO LET’s. 

Lanjutnya, untuk data stunting tahun 2022 hingga saat ini masih dilakukan survey terkait dengan status gizi balita (survey status gizi Indonesi atau SSGI) dengan mengambil sampel untuk 55 balita termasuk untuk data PPGBM juga sedang dilakukan penimbangan balita, yang mana data tahun 2022 ini nantinya diekspose diawal tahun 2023 nanti.

Dikatakan, dengan data stunting yang dipublikasikan ini maka kita semua mempunyai tugas untuk berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Fakfak, “ini tugas kita bersama untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Fakfak, tidak hanya tugas satu bagian saja (Pemerintah) tetapi untuk menurunkan angka stunting ini menjadi tugas kita semua dari berbagai element masyarakat”.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Husein  Buyung, SE., mengatakan, dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, ditetapkan Strategi Nasional Percepatan Penurunan yang bertujuan, Menurunkan prevalensi Stunting, Meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, Menjamin pemenuhan asupan gizi, Memperbaiki pola asuh, Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan,  dan Meningkatkan akses air minum dan sanitas.

Menurut Husein Buyung, saat ini, Pemerintah  terus berupaya melakukan langkah – langkah pencegahan stunting, upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Karena itu dikatakannya, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Lanjutnya, masalah stunting dipengaruhi rendahnya gizi dan kualitas gizi karena itu anak-anak dalam masa pertumbuhan harus perbanyak sumber protein dan membiasakan tetap mengkonsumsi buah dan sayur.(RL 07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *